Sensus Ekonomi Buka Jendela Kekuatan Tahu Cibuntu

Sensus ekonomi
Petugas sensus ekonomi Anindya (ketiga kanan) melakukan pendataan tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tahu Cibuntu di Kota Bandung, belum lama ini. Badan Pusat Statistik Kota Bandung mengerahkan sekitar 1.909 petugas dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk melakukan pendataan lapangan berbagai aktivitas ekonomi guna menunjang akuratnya data ekonomi yang akurat dari jenjang daerah maupun nasional. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sensus Ekonomi di Kota Bandung berjalan. Peta simpul-simpul kekuatan ekonomi masyarakat dibuka perlahan. Tak terkecuali Sentra Industri Tahu Cibuntu.

Tahu Cibuntu memang sudah cukup melegenda, usaha produksi tahu itu tumbuh sejak tahun 1950-an. Bermula dari Kampung Cibuntu, kini menjelma menjadi sentra industri di Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay. Setidaknya kini ada sekitar 140 perajin tahu. Mereka kebanyakan tumbuh berkumpul dalam satu gang, namanya Jalan Aki Padma.

Kawasan itu selalu sudah sibuk mendahului matahari terbit. Tangan-tangan terampil perajin tahu dengan cekatan menggilas dan menyulap biji kedelai menjadi emas lembut, yaitu tahu putih dan kuning khas Cibuntu. Aroma kedelai yang menguar pun menjadi pemecah hawa dingin pagi.

Baca Juga:3 Bangunan Ruko Terbakar di Ciomas Bogor, Kerugian Ditaksir Capai 700 JutaBPJS Jadi Syarat Pedagang di Marketplace Dapat Insetif, Diskon Biaya Layanan 50 PersenĀ 

Aktivitas itu biasanya akan berlangsung hingga siang. Di pagi buta, perajin fokus untuk mencetak tahu pesanan pelanggan di pasar pagi. Siangnya untuk stok pembeli yang biasa mampir ke pabrik.

Maklum, kawasan itu juga dinobatkan menjadi salah satu ikon wisata Kota Bandung. Khususnya wisata edukasi dan kuliner. Makanya bakal tetap ramai pengunjung.

Namun suasana berbeda terjadi pada Kamis (25/6). Bukanya turis atau pelajar yang tengah berwisata, tapi kampung itu digeruduk belasan petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung.

Petugas berompi khusus itu mendatangi satu per satu pelaku usaha, dengan hangat mereka menyapa para perajin yang sibuk mengaduk sari kedelai panas. Mereka juga tak segan merapat ke tungku yang sedang mengepul.

Dengan senyum tipis, petugas berupaya memancing perajin agar mau keluar dari sela tumpukan tahu kuning yang menggunung. Perajin diajak berdialog seputar pertanyaan yang sudah tertera dalam smartphone.

Kepala BPS Kota Bandung Nevi Hendri menjelaskan, hari itu pihaknya memang menerapkan strategi khusus dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi. Ia sengaja menggeruduk Sentra Industri Tahu Cibuntu dengan banyak petugas sensus.

“Ini khususnya untuk sentra-sentra industri. Kami menerjunkan tim agar mempermudah pelaksanaan sensus di lapangan,” katanya.

Baca Juga:Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan PokokĀ Dinamika Sosial Keagamaan di Tasikmalaya Rentan Konflik, Penyuluh dan Penghulu Diminta Aktif Deteksi Dini

Nevi melanjutkan, strategi itu juga diterapkan di beberapa titik lainya. Misalnya sejumlah titik pasar ikonik di Kota Bandung.

0 Komentar