Pemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Pemkab
Jalan Kabupaten Tasikmalaya hasil perbaikan/Foto: Pemkab
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya tengah menggenjot perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Tasikmalaya Selatan.

Di tengah upaya tersebut, masyarakat diminta tidak hanya menjadi pengguna, tetapi ikut menjaga jalan yang baru diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengatakan kualitas jalan tidak hanya ditentukan oleh proses pembangunan. Perawatan dan perilaku masyarakat setelah jalan selesai diperbaiki juga sangat menentukan usia layanan jalan.

Baca Juga:193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 MiliarKorban Kebakaran Sodonghilir Mulai Terima Bantuan Darurat, Delapan Rumah Rusak Berat

“Jalan yang sudah diperbaiki tentu harus sama-sama kita jaga. Pemerintah membangun, tetapi masyarakat juga punya peran untuk menjaga supaya jalan tidak cepat rusak,” kata Deden, Jumat (7/8/2026).

Menurut dia, salah satu persoalan yang kerap mempercepat kerusakan jalan adalah beban kendaraan yang berlebihan. Pada jalan dengan kelas tertentu, terdapat batas kemampuan menahan beban sumbu kendaraan. Kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension over load (ODOL) dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap struktur jalan, terlebih jika melintas berulang kali.

Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko pada wilayah dengan karakteristik tanah yang labil, lereng curam dan curah hujan tinggi seperti sejumlah kawasan di Tasikmalaya Selatan.

“Beban berlebih ditambah lintasan kendaraan yang berulang bisa mempercepat munculnya retakan, gelombang hingga amblesan. Karena itu pengawasan terhadap kendaraan bermuatan berlebih juga menjadi bagian penting dalam menjaga jalan,” ujarnya.

DRAINASE JADI KUNCI

Deden juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengalirkan air limbah rumah tangga maupun air lainnya secara langsung ke badan jalan.

Air yang terus-menerus masuk melalui retakan, bahu jalan atau tepi perkerasan dapat membuat lapisan fondasi dan tanah dasar menjadi jenuh. Ketika daya dukung tanah melemah, struktur jalan lebih mudah mengalami retak dan ambles.

Karena itu, drainase menjadi bagian penting dalam pembangunan maupun pemeliharaan jalan.

Baca Juga:Golkar Cianjur Dukung Pemkab Bangun Infrastruktur MerataFinal Piala Presiden Jadi Bukti Proses Persib Berjalan di Jalur yang Tepat

“Jangan sampai air dari lingkungan rumah atau saluran lainnya justru dibuang ke jalan. Drainase harus berfungsi dengan baik karena air merupakan salah satu musuh utama konstruksi jalan,” kata Deden.

0 Komentar