Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok 

Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pakai Pokok 
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama para pedagang. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan harga bahan pokok agar tidak memberatkan masyarakat sekaligus tetap menguntungkan pelaku usaha dan petani.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan nasional di tengah dinamika harga sejumlah komoditas.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah terus mengawasi ketersediaan pasokan dan pergerakan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah.

Baca Juga:Dinamika Sosial Keagamaan di Tasikmalaya Rentan Konflik, Penyuluh dan Penghulu Diminta Aktif Deteksi DiniMiris! Hampir 300 Dapur MBG di Tasikmalaya Beroperasi, Baru 9 Kantongi PBG

“Pemerintah terus akan menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok dan juga stabilisasi harga,” kata Mendag dikutip dari ANTARA, Kamis (25/6).

Menurutnya, harga pangan ideal adalah harga yang berada di sekitar harga acuan atau Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga tidak merugikan salah satu pihak.

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah komoditas strategis masih berada dalam kondisi relatif terkendali.

Harga cabai rawit tercatat berada di bawah HET, sementara harga telur ayam dan daging ayam masih berada pada level yang cukup rendah.

“Harga cabai rawit di Pasar Manis tercatat berkisar Rp40.000-Rp50.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang berada di kisaran Rp57.000 per kilogram,” katanya.

Sementara untuk harga telur ayam berada di kisaran Rp25.000 per kilogram dan harga daging ayam sekitar Rp36.000 per kilogram.

Menurutnya, harga pangan yang ideal adalah harga yang mendekati harga acuan maupun HET karena mencerminkan titik keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.

Baca Juga:Kelapa Parut Tembus Eropa, Produk Olahan Makin Kompetitif di Pasar GlobalPengamat: Diskon Transportasi Dinilai Berdampak pada Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

“Kalau harga terlalu rendah, kasihan juga peternak. Tapi kalau harga di atas itu, kasihan juga konsumen. Maka kita cari titik temu antara produsen dan pembeli,” katanya.

Terkait harga telur dan daging ayam yang masih berada pada level rendah, Mendag mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan sektor perhotelan, restoran, kafe, dan ritel modern agar meningkatkan penyerapan produk peternakan sehingga harga bisa kembali stabil.

Tidak hanya itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Saat ini ada sekitar 550 kontributor di 514 kabupaten dan kota yang setiap hari melaporkan kondisi harga di lapangan.

0 Komentar