JABAR EKSPRES — Persoalan penerimaan murid baru di Kota Cimahi bukan lagi soal kekurangan kursi sekolah.
Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menunjukkan daya tampung jenjang SMP saat ini justru melebihi jumlah calon murid yang akan melanjutkan pendidikan dari tingkat SD.
Namun di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah masih menghadapi persoalan klasik yang berulang setiap tahun, penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu yang dianggap favorit, sementara sejumlah sekolah lain masih memiliki kapasitas yang belum terisi optimal.
Baca Juga:Persebaya Rayakan Hari Jadi ke-99 dengan Semangat 'Persebaya untuk Semua'Genjot Serapan Telur dan Ayam untuk Program MBG, Harga Peternak Mulai Terdongkrak
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengatakan tantangan utama saat ini adalah memastikan distribusi peserta didik berjalan lebih merata sehingga seluruh kapasitas pendidikan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Menurut Nana, kebijakan penerimaan murid baru tidak semata-mata berorientasi pada jumlah kursi yang tersedia, tetapi juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan sebaran siswa di seluruh satuan pendidikan.
“Beberapa upaya yang dilakukan antara lain mengatur penerimaan melalui berbagai jalur SPMB, seperti jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Skema ini membantu menyebarkan peserta didik secara lebih merata dan memberikan kesempatan yang adil bagi berbagai kelompok masyarakat,” kata Nana kepada Jabar Ekspres, Sabtu, 20 Juni 2026.
Disdik Cimahi juga secara berkala melakukan pemetaan kebutuhan dan kapasitas sekolah. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan jumlah rombongan belajar maupun kuota penerimaan agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Selain sekolah negeri, Nana menegaskan peran sekolah swasta menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan daya tampung pendidikan di Kota Cimahi.
“Mengoptimalkan peran sekolah negeri dan swasta, mengingat kapasitas pendidikan di Cimahi tidak hanya berasal dari sekolah negeri. Dengan melibatkan sekolah swasta sebagai bagian dari sistem pendidikan daerah, seluruh kursi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cimahi, kata Nana, juga berupaya menghilangkan hambatan ekonomi yang berpotensi menghalangi akses pendidikan. Salah satunya melalui dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat bersekolah, termasuk di sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah.
Baca Juga:Freeport Percepat Perpanjangan Izin Tambang, Draf Divestasi Saham Sudah Diserahkan ke Pemerintah3 Kecamatan di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak
“Memberikan dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sehingga faktor ekonomi tidak menjadi penghalang untuk mengakses sekolah yang tersedia, termasuk sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan,” katanya.
