JABAR EKSPRES – Aksi pembakaran bendera Merah Putih yang terjadi di Gang Moch Fatah, Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung, viral di media sosial. Polisi kini memburu pelaku sekaligus menyelidiki motif di balik aksi tersebut.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, peristiwa yang diduga terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB itu saat ini masih dalam penanganan petugas gabungan dari Polrestabes Bandung dan Polsek Andir.
“Saat ini sudah dilakukan penyelidikan oleh anggota kami, gabungan dari Polrestabes Bandung maupun dari Polsek Andir,” ujar Anton, Rabu (5/8).
Baca Juga:Baru Bertugas di Tasikmalaya, Kapolres Ade Papa Rihi Awali Tugas dengan Safari ke Kiai PesantrenBandung Family Connect 2026 Tekankan Peran Orang Tua Cetak Generasi Berkarakter dan Siap Hadapi Masa Depan
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, pelaku terlihat mengenakan hoodie dan membawa tas ransel. Ia diduga membakar bendera Merah Putih yang terpasang di depan salah satu rumah warga sebelum meninggalkan lokasi.
Anton menyebut identitas pelaku masih didalami. Polisi juga meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor.
“Kami mohon informasinya dan bantuan dari masyarakat. Saat ini pelaku masih dalam tahap penyelidikan untuk segera kami tangkap,” katanya.
Selain di Andir, polisi juga menyelidiki dugaan aksi serupa yang terjadi di wilayah Astanaanyar. Meski terdapat sejumlah kemiripan, penyidik masih memastikan apakah kedua peristiwa tersebut dilakukan oleh orang yang sama.
“Memang ada indikasi kemiripan dengan kejadian di satu TKP lainnya di wilayah Polsek Astanaanyar. Tapi kami masih memastikan apakah pelakunya sama atau bukan,” ungkap Anton.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari pemilik rumah hingga warga yang mengetahui kejadian maupun melihat pelaku sebelum dan sesudah peristiwa terjadi.
“Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan, termasuk pemilik rumah, saksi yang mengetahui kejadian, dan saksi yang melihat arah pelaku pergi. Semua masih kami dalami,” pungkasnya.
