Daya Beli Domistik Diklaim Terjaga, Menkeu Sebut Ini Indikatornya

Daya Beli Domistik Diklaim Terjaga, Menkeu Sebut Ini Indikatornya
Ilustrasi grafik pertumbuhan penjualan yang diklaim menjadi indikator daya beli domestik tetap terjaga. Dok. Magnific
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia di pasar domestik tetap terjaga, di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa.

Menurutnya, salah satu aspek yang menjadi indikatornya terlihat dari pertumbuhan penjualan mobil. Tak hanya daya beli, ini juga menunjukkan permintaan di pasar domestik tetap terjaga.

“Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar,” ujarnya, dikutip Rabu (5/8/2026).

Baca Juga:Di Balik 303 Ribu Ton Beras Tasikmalaya, Ada Irigasi Penentu Nasib PetaniOASE Resort, Destinasi Staycation hingga Intimate Wedding Bernuansa Alam Ternyaman di Bandung

Menkeu menyebut bahwa penjualan mobil tumbuh hingga 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, itu juga diikuti penjualan sepeda motor yang tumbuh tipis 1,1 persen (yoy).

Kemudian, tak hanya dilihat dari penjualan kendaraan bermotor, Menkeu juga merujuk data indikator aktivitas ekonomi domestik lainnya yang menunjukkan penguatan.

Misalnya, penjualan semen domestik pada Juni 2026 tumbuh 13,5 persen (yoy), konsumsi listrik meningkat 10,8 persen (yoy), dengan pertumbuhan pada sektor rumah tangga sebesar 12,3 persen, sektor bisnis 10,0 persen, dan sektor industri 6,5 persen.

Sementara itu, indeks konsumsi ritel terus meningkat hingga mencapai 123,3, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap terjaga.

Dia meyakini berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat.

“Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” sambung Menkeu

Bendahara negara juga menyoroti pentingnya peran industri otomotif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

Baca Juga:Soal Penempatan dan Penarikan SAL di Himbara, Purbaya Tunggu Arahan Gubernur BI BaruOJK Klaim Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen, Benarkah?

Menurutnya, industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Oleh karena itu, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri di bawah naungan Gaikindo untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus mengakselerasi transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.

0 Komentar