Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Bogor Capai 1,5 Ton, Peternak Jual Rp100 Juta Tanpa 'Aji Mumpung'

Peternak asal Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Koharudin (67), yang sapi rawatannya dipilih
Peternak asal Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Koharudin (67), yang sapi rawatannya dipilih sebagai sapi kurban untuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seekor sapi milik peternak asal Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk Iduladha 2026 di wilayah Kota Bogor.

Sapi bernama Romi itu merupakan milik Koharudin (67), peternak yang telah merawatnya sejak kecil. Romi merupakan sapi hasil persilangan Simmental dan Friesian Holstein (FH) yang kini berusia 3 tahun 3 bulan dengan bobot mencapai sekitar 1,5 ton.

Koharudin menjelaskan, proses hingga Romi terpilih sebagai hewan kurban presiden bermula dari pemantauan rutin yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor sejak 2025.

Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas

“Dari tahun 2025 memang sudah dipantau sapi saya ini. Dari pihak DKPP bilang, ‘wah, bisa nih sapi buat tahun depan’,” kata Koharudin saat ditemui di kediamannya, Jumat (22/5/2026).

Meski begitu, ia menegaskan saat itu Romi masih berstatus kandidat karena banyak sapi lain dari Kota dan Kabupaten Bogor yang juga masuk proses penilaian.

“Tapi waktu itu sifatnya masih kandidat. Saya juga belum tahu karena pilihannya banyak,” ujarnya.

Sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban presiden, Romi harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan intensif untuk memperoleh Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik, darah, hingga feses yang dilakukan langsung di kandang milik Koharudin.

“Feses diperiksa, darah diperiksa. Ada tahapan sampai final. Jadi enggak langsung ditetapkan begitu saja,” katanya.

Ia menuturkan, proses negosiasi awal dilakukan secara daring melalui Zoom sebelum pihak Sekretariat Presiden datang langsung untuk finalisasi transaksi.

“Awalnya lewat Zoom, terus finalnya datang langsung dengan orang Setpres,” ujarnya.

Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur

Koharudin juga meluruskan bahwa dirinya bukan sekadar ditunjuk merawat sapi milik presiden. Menurutnya, proses tersebut merupakan transaksi jual beli resmi dengan pihak Sekretariat Presiden.

“Jadi memang ada akad jual beli, transaksi jelas,” katanya.

Untuk harga, Romi dibanderol di kisaran Rp90 juta hingga Rp100 juta. Namun, Koharudin mengaku tidak ingin memanfaatkan status sapi kurban presiden untuk menaikkan harga secara berlebihan.

0 Komentar