Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

PT Pertamina (Persero) bersama Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menyelenggarakan kegiatan So
PT Pertamina (Persero) bersama Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menyelenggarakan kegiatan Sokoguru Policy Forum di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (19/5)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PT Pertamina (Persero) bersama Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menggelar Sokoguru Policy Forum di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Forum ini menjadi ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi penguatan ketahanan energi nasional sekaligus percepatan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Senior Fellow SCUP yang menghadirkan akademisi, regulator, praktisi, hingga pengamat energi nasional guna merumuskan rekomendasi kebijakan strategis bagi sektor energi.

Baca Juga:Dua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat KaburSoal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak Higienis

Mengusung tema “Peningkatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional melalui Transformasi Strategis Pertamina”, forum menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dadan Kusdiana menegaskan bahwa ketahanan energi nasional harus dibangun melalui swasembada energi dan hilirisasi.

“Kementerian ESDM mengapresiasi peran Pertamina sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan transisi energi melalui penguatan hulu migas, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan hilirisasi dan petrokimia, pengembangan energi baru terbarukan serta dekarbonisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza mengatakan nama Sokoguru Policy Forum terinspirasi dari pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut Pertamina sebagai sokoguru ketahanan energi dan ekonomi nasional.

Menurut Oki, setiap pengembangan proyek dan kebijakan strategis Pertamina harus didasarkan pada data akurat, fakta lapangan, dan ilmu pengetahuan atau evidence-based policy.

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani menambahkan, ketahanan energi nasional merupakan proses jangka panjang yang harus dibangun melalui kemampuan bangsa menghadapi dinamika global, disrupsi teknologi, dan tantangan geopolitik.

“Hal tersebut telah, sedang, dan akan terus menjadi fokus utama Pertamina sebagai BUMN strategis nasional melalui Dual Growth Strategy sebagaimana tertuang dalam RJPP Pertamina,” katanya.

Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai transisi energi melalui optimalisasi sektor hulu migas, pengembangan energi rendah emisi, hingga percepatan implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku industri, think tank, dan pemangku kebijakan untuk menghadirkan kebijakan energi yang inklusif dan berkelanjutan.

0 Komentar