Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Bogor Capai 1,5 Ton, Peternak Jual Rp100 Juta Tanpa 'Aji Mumpung'

Peternak asal Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Koharudin (67), yang sapi rawatannya dipilih
Peternak asal Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Koharudin (67), yang sapi rawatannya dipilih sebagai sapi kurban untuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

“Kita realistis saja, enggak ada istilah aji mumpung. Kalau memang standar harga di kisaran situ ya sudah,” ujarnya.

Menurut Koharudin, bobot Romi terus mengalami peningkatan sejak proses seleksi. Dari awalnya sekitar 1,2 ton saat pemeriksaan, kini bobotnya mencapai sekitar 1,5 ton berkat perawatan intensif.

“Sekarang mungkin sudah 1,50 ton. Jadi memang ada progres pertumbuhan bobot karena dirawat terus dengan baik,” katanya.

Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas

Saat ini, Romi masih dirawat di kandangnya sambil menunggu jadwal pengiriman dari pihak Sekretariat Presiden menjelang Iduladha 2026.

Koharudin mengatakan, perawatan dilakukan secara intensif untuk menjaga kondisi sapi tetap prima. Ia bahkan membatasi orang yang ingin melihat langsung Romi agar hewan tersebut tidak stres.

“Kalau ada yang mau lihat sekarang enggak boleh sembarangan masuk. Itu langkah protektif,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan tidak ada perlakuan khusus yang berlebihan terhadap Romi. Perawatan dilakukan secara normal dengan menjaga kualitas pakan, kebersihan kandang, dan kondisi fisik sapi.

“Yang penting pakan bagus, rawat bagus, mandiin bagus. Jangan bikin sapi stres,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pola makan Romi juga diatur secara terukur agar pertumbuhan bobot tetap ideal dan tidak membebani kondisi fisiknya.

“Kalau sapi kurban bobotnya besar, pakannya harus terukur supaya kondisi fisiknya tetap bagus,” katanya.

Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur

Di balik perawatan tersebut, Koharudin mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Romi karena telah memeliharanya sejak kecil.

“Chemistry itu muncul kalau sapi diperlakukan baik,” ujarnya.

Nama Romi sendiri dipilih karena sapi tersebut lahir pada bulan Ramadan.

“Supaya gampang diingat saja, Romi karena lahirnya di Ramadan,” ucapnya.

Meski merasa bangga sapinya dipilih menjadi hewan kurban presiden, Koharudin mengaku tetap bersikap biasa dan menganggap hal itu sebagai rezeki yang patut disyukuri.

“Ya jelas bersyukur. Berarti masuk kategori yang dianggap baik sapi Romi ini,” katanya.

Ia juga mengaku memiliki rasa haru karena harus melepas sapi yang telah dirawat sejak kecil. Namun, Koharudin merasa bahagia karena Romi nantinya akan disalurkan kepada masyarakat sebagai hewan kurban.

0 Komentar