JABAR EKSPRES – Tim Rescue Disdamkar Kabupaten Bandung Pos Cicalengka mengevakuasi seekor ular kobra jawa sepanjang sekitar 1,2 meter yang masuk ke celah sempit di antara bangunan rumah warga di Kampung Kebon Kalapa RT 04/RW 04, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (14/5/2026).
Laporan keberadaan ular berbisa itu diterima petugas pada pukul 10.44 WIB. Tim beranggotakan empat personel tiba di lokasi sekitar pukul 11.19 WIB dan berhasil menuntaskan penanganan pada pukul 11.44 WIB.
Anggota Rescue Disdamkar Kabupaten Bandung Pos Cicalengka, Ikhwan Ardiansyah, mengatakan ular pertama kali dilaporkan warga berada di halaman rumah sebelum masuk ke sela-sela sempit di antara dinding bangunan.
Baca Juga:13 Kampus Siap Ramaikan Basketball Campus League, UPI Gymnasium Siap Jadi Saksi Sengitnya Regional BandungPrediksi Kurban Naik 15 Persen, Kabupaten Bandung Siapkan Juru Sembelih Halal dan Edukasi Tempat Jagal
“Awal terima laporan dari warga ada ular kobra jawa di halaman rumah. Pas kami ke sana, kami langsung koordinasi dengan pemilik rumah, ularnya dari mana ke mana. Pas kita lihat ularnya sudah masuk ke celah-celah antara bangunan rumah dan rumah lainnya,” ujar Ikhwan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, proses evakuasi sempat terkendala karena posisi ular terjepit di dalam tembok sehingga petugas harus membobok sebagian dinding rumah atas persetujuan pemilik.
“Jadi ularnya sudah masuk dan ekornya bisa kami pegang. Karena sulit untuk dikeluarkan, kami minta ke pemilik rumah untuk bobok temboknya sedikit. Jadi kita bobok sedikit temboknya sekitar 10 sentimeter supaya bisa mengeluarkan ularnya,” katanya.
Ikhwan menduga ular tersebut berasal dari area persawahan yang berada tepat di samping rumah warga.
Ia menyebut kemunculan ular di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi.
“Kebetulan pinggir rumahnya adalah sawah. Jadi kemungkinan besar ular itu dari sawah tersebut. Soalnya sering kejadian di daerah sana, ada lah sekitar lima kali,” ungkapnya.
Meski tergolong ular berbisa tinggi, Ikhwan menilai kobra tersebut tidak terlalu agresif saat proses evakuasi karena posisi kepala terjebak di celah sempit. Petugas pun menggunakan alat penjepit khusus untuk mengamankan bagian kepala ular.
Baca Juga:Toko Kelontong hingga Konter Pulsa Jadi Kedok Peredaran Obat Keras di Kabupaten BogorPolres Bogor Ungkap 113 Kasus Narkoba, Amankan 155 TersangkaÂ
“Kalau ular berbisa tinggi cenderung tidak agresif. Apalagi tadi kepalanya masuk ke celah-celah tembok. Terus kita juga nangkep kepalanya pakai khusus penjepit ular,” jelasnya.
