Prediksi Kurban Naik 15 Persen, Kabupaten Bandung Siapkan Juru Sembelih Halal dan Edukasi Tempat Jagal

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania. Foto Agni Ilman Darmawan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania. Foto Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Prediksi peningkatan jumlah hewan kurban hingga 10–15 persen pada Idul Adha 2026 membuat Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Bandung tak hanya fokus pada kesehatan hewan, tetapi juga kesiapan tempat pemotongan dan juru sembelih halal (Juleha).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan lonjakan jumlah hewan kurban harus diimbangi dengan kesiapan teknis pemotongan yang higienis, sesuai syariat, dan memenuhi standar sanitasi.

“Tahun lalu ada sekitar 27.000-an hewan kurban yang disembelih, tahun ini diprediksi naik 10 sampai 15 persen. Jadi kami juga harus memastikan kesiapan pemotongan yang benar,” ujar Ina, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:Di Hari Bumi, Taj Yasin Minta Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan Pertamina Goes to Campus 2026 Jadi Wadah Mahasiswa Cetak Inovator dan Pemimpin Energi Masa Depan

Menurutnya, edukasi yang diberikan pemerintah tidak berhenti pada pemilihan hewan kurban sehat, tetapi juga menyasar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), panitia kurban, peternak, hingga pelaku penyembelihan.

“Edukasi yang kita berikan tidak hanya hewannya layak atau tidak, tapi juga bagaimana standar pemotongan harus higienis, sanitasinya terjaga, dan cara memotongnya harus dengan juru sembelih halal,” katanya.

Dispertan Kabupaten Bandung telah menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, serta tenaga kesehatan hewan untuk memberikan pelatihan teknis, mulai dari pemilihan hewan sesuai syariah seperti usia dan kondisi fisik hingga tata cara penyembelihan yang aman.

Ina menegaskan, aspek kebersihan tempat jagal menjadi perhatian penting agar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dikonsumsi.

“Kami mulai dari edukasi pemilihan hewan kurban, kemudian bagaimana proses penyembelihan dilakukan secara higienis dan sanitasinya terjaga,” jelasnya.

Selain itu, Dispertan juga menerapkan sistem pemeriksaan menyeluruh melalui ante mortem (sebelum penyembelihan) dan post mortem (setelah penyembelihan). Tim dokter hewan dan paramedik akan turun langsung untuk memastikan kondisi organ dalam hewan tetap layak konsumsi.

“Setelah dipotong, organ seperti limpa, jantung, dan jeroan juga diperiksa. Kalau ada yang tidak layak, harus dibuang,” tegas Ina.

Baca Juga:Prodi KPI UNIK Cipasung Bekali Mahasiswa Skill Jurnalistik Profesional175 Calon Haji Kabupaten Tasikmalaya Kloter 29 Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

Ia menilai kesiapan tempat jagal dan juru sembelih halal menjadi kunci penting, terutama karena meningkatnya volume penyembelihan saat Idul Adha berpotensi menimbulkan persoalan sanitasi jika tidak dikelola baik.

0 Komentar