JABAR EKSPRES – Kasus campak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melonjak signifikan. Dari 483 kasus suspek yang tercatat, sebanyak 117 kasus dipastikan positif.
Dinas Kesehatan KBB mengungkapkan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring laporan baru yang terus masuk dari fasilitas layanan kesehatan.
“Memang terjadi peningkatan kasus campak di KBB. Sampai saat ini laporan suspek masih terus kami terima dari rumah sakit dan puskesmas,” kata Plt Kepala Bidang P2P Dinkes KBB, Enung Masruroh, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Tetapkan KLB Campak, Imunisasi Massal Digelar 13-18 April 2026Fakta Mengejutkan Kasus Campak di Cimahi, Dinkes Ungkap Mayoritas Belum Imunisasi!
Ia menjelaskan, penyebaran penyakit tersebut tersebar di 15 kecamatan, dengan konsentrasi kasus tertinggi berada di wilayah tertentu.
Sementara kasus positif terbanyak tercatat di Kecamatan Padalarang sebanyak 22 kasus, disusul Kecamatan Ngamprah dengan 20 kasus. Sementara kecamatan lainnya mencatat jumlah yang bervariasi.
Untuk menekan penyebaran, Dinas Kesehatan memperkuat berbagai langkah penanganan. Mulai dari pemberian vitamin A, pelaksanaan imunisasi kejar, hingga pelacakan kasus dan edukasi masyarakat.
“Kami terus mengoptimalkan intervensi di lapangan agar penularan bisa ditekan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Virusnya bahkan dapat bertahan di udara dalam ruangan selama beberapa jam.
“Tanpa kontak langsung pun penularan bisa terjadi dengan cepat,” jelasnya.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak lengah, melengkapi imunisasi dan menjaga kebersihan menjadi kunci utama pencegahan.
Baca Juga:Kasus Campak Meningkat, Imunisasi Digencarkan: Ratusan Anak Jadi SasaranCegah Campak, Dinkes Kabupaten Bandung Barat Minta Warga Jaga Pola Hidup Sehat
“Vaksin MMR efektif dan tersedia gratis. Kelompok rentan seperti bayi, anak yang belum divaksin, ibu hamil, dan orang dengan imunitas rendah harus mendapat perhatian lebih,” pungkasnya. (Wit)
