JABAR EKSPRES – Dinkes Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyebaran campak.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kasus campak di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah pun meningkatkan kewaspadaan guna menekan potensi penularan yang lebih luas.
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar, memastikan wilayahnya turut terdampak lonjakan kasus campak yang terjadi secara nasional.
Baca Juga:Bandung Barat All Out Dukung Pembangunan PLTS SarimuktiTak Terganggu Konflik Timur Tengah, Jemaah Haji Bandung Barat Tetap Berangkat Musim Ini
“Dari total 287 kasus suspect campak hingga akhir Maret 2026, sebanyak 30 kasus telah dipastikan positif melalui pemeriksaan laboratorium dan seluruh pasien sudah dinyatakan sembuh,” ujar Lia, Rabu (1/3/2026).
Lia menambahkan, jumlah kasus tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang perlu diwaspadai.
“Dari ratusan kasus suspect, sebanyak 30 kasus sudah terkonfirmasi positif. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan yang perlu diwaspadai,” katanya.
Lia menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan 44 sampel suspect campak ke Biofarma pada 13 dan 20 Januari 2026 untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Hasil pemeriksaan tahap pertama terhadap 22 sampel menunjukkan 14 kasus positif. Sementara pada tahap kedua, terdapat tambahan 16 kasus positif.
“Total dari dua tahap pemeriksaan itu menghasilkan 30 kasus positif dan seluruh pasien saat ini sudah sembuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengiriman sampel sempat terhenti pada Februari akibat keterbatasan kapasitas pemeriksaan di Biofarma.
Baca Juga:Bandung Barat Bidik Investor Lewat Potensi Besar Sektor MICEKA Ciremai Anjlok di Cikalongwetan-Bandung Barat Usai Tabrak Longsor
“Februari kami belum bisa mengirim sampel, kemungkinan karena keterbatasan reagen atau kuota pemeriksaan. Namun sekarang Biofarma sudah kembali menerima sampel,” katanya.
Saat ini, Dinkes KBB masih mencatat empat kasus suspect campak yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Dua pasien dirawat di RS Kharisma dan dua lainnya di RS Mitra Kasih. Keempatnya masih berstatus suspect karena sampel belum dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.
“Ada empat pasien dengan gejala campak yang masih berstatus suspect karena sampelnya belum diperiksa,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Dinkes KBB telah menyiapkan 57 tempat tidur isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan.
Fasilitas tersebut tersebar di RSUD serta fasilitas kesehatan di Kecamatan Cikalong, Cililin, dan Lembang, termasuk rumah sakit swasta.
