15 Tahun Tidak Tersentuh Perbaikan, Warga Cukangjayaguna Tasikmalaya Harus Berjuang di Jalan Rusak

15 Tahun Dibiarkan Rusak, Warga Cukangjayaguna Tasikmalaya Berjuang di Jalan Rusak
Pengendara sepeda motor berjibaku dengan kondisi jalan rusak di Desa Cukangjayaguna Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (8/4/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga Desa Cukangjayaguna, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, setiap hari harus berjibaku melewati jalan rusak parah yang sudah hampir 15 tahun tidak tersentuh perbaikan. Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu merupakan penghubung antar desa yang vital bagi perekonomian warga setempat.

Jalan tersebut menghubungkan Desa Cukangjayaguna ke Sukabakti, Pamijahan, lalu terhubung pula ke Desa Cukangkawung dan Purwaraharja, Bojonggambir. Kondisi aspalnya kini banyak yang terkelupas bahkan sudah tak tersisa, hanya dipenuhi batu koral lepas. Saat hujan, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur, menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Yayan, seorang pengendara yang melintas di jalan itu, Rabu (8/4/2026), mengungkapkan bahwa kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga:Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Pemerintah Siap Umumkan Skema BaruPeluang Besar! Menkeu akan Buka 380 Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMA

“Sudah tahunan kondisi jalannya rusak parah, sulit untuk dilalui. Apalagi kalau hujan, licin sekali. Kerusakan jalan desa ini kurang lebih 3 kilometer,” ujar Yayan.

Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses utama yang sangat penting untuk menunjang sarana transportasi sehari-hari. Aktivitas warga seperti berangkat kerja, mengantar anak sekolah, membawa hasil pertanian ke pasar, hingga mengakses layanan kesehatan sangat tergantung pada jalan itu. Namun, kondisi jalan yang rusak membuat semua aktivitas tersebut menjadi berat dan berisiko.

Yayan juga menyampaikan harapan warga agar pemerintah segera memperbaiki akses jalan tersebut. “Tidak sedikit yang sering jatuh ketika melewati jalan rusak ini. Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Gubernur Jabar harus tahu kondisi jalan sampai ke pelosok desa ini,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Dedi (41), warga lainnya. Setiap kali melintas, ia harus ekstra hati-hati karena banyak batu koral terlepas dari aspal. Batu-batu kecil itu membuat ban kendaraan mudah kehilangan traksi.

“Jika tidak hati-hati, ban motor bisa slip dan motor oleng, saya bisa jatuh,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan bahwa pada musim hujan, genangan air di lubang-lubang jalan semakin memperparah kondisi. Pengendara tidak bisa melihat kedalaman lubang karena tertutup air.

Beberapa kali ia melihat pengendara motor terjatuh akibat ban yang masuk ke lubang atau tergelincir di permukaan yang licin.

0 Komentar