JABAR EKSPRES – Pemerintah memastikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh telah mencapai tahap akhir dan tinggal menunggu pengumuman resmi kepada publik.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa seluruh pembahasan bersama Kementerian Keuangan sudah selesai dan menghasilkan kesepakatan final.
“Whoosh juga akan segera selesai dengan Pak Menkeu. Mungkin Insyaallah dalam minggu depan, saya dan Pak Menkeu atau menggu depan atau dua minggu lagi akan ketemu dan juga dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final ya,” kata Dony, dikutip dari ANTARA Rabu (8/4).
Baca Juga:Peluang Besar! Menkeu akan Buka 380 Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMAMarak Pungli, Bupati Bogor Siapkan Satgas Gabungan Sikat Oknum di Pakansari hingga Tempat Wisata
Menurutnya, saat ini proses hanya menyisakan tahapan administratif seperti penandatanganan dokumen sebelum diumumkan secara terbuka.
“Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga. Dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai semua kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya ya. Ada signing dan sebagainya. Yang nanti teman-teman wartawan akan diundang,” kata Dony.
Ia menambahkan, pemerintah memilih fokus pada penyelesaian dan perbaikan ke depan, ketimbang memperdebatkan penyebab masalah di masa lalu. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kondisi keuangan BUMN sekaligus meningkatkan tata kelola proyek strategis.
Dari sisi operasional, pengelolaan Whoosh dipastikan tetap berada di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sementara itu, detail terkait struktur pendanaan dan kepemilikan akan dijelaskan dalam pengumuman resmi mendatang.
“Nah inin anti akan kita sampaikan. Kan nggak ‘surprise’ lagi nanti saya dan Pak Menkeu tentunya akan barengan untuk menyampaikan kepada public mengenai proses penyelesaian ini. Tapi yang pati buat teman-teman sekalian penyelesaiannya sudah segera akan kita tandatangani dan kita bereskan,” kata Dony.
Dony juga menegaskan bahwa proses restrukturisasi ini tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat. Sebaliknya, kejelasan skema pendanaan justru diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan ke depan.
“Dan yang paling penting adalah layanan kepada publik tidak terganggu dan justru akan menjadi semakin baik. Sehingga dengan kejelasan mengenai struktur pendanaan daripada kereta api cepat kita,” ujarnya.
