JABAR EKSPRES – Aparat kepolisian melalui jajaran Polsek Kiaracondong, berhasil membekuk pelaku penganiyaan dengan mengunakan senjata tajam (Sajam) yang terjadi di wilayah Sukamanah, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 01.15 Wib kemarin tersebut, Kapolsek Kiaracondong Kompol Sumartoni mengatakan bahwa pelaku berinisial RH berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah aksi yang dilakukannya.
“Awalnya para pelaku ini akan menagih hutang atau menagih uang hasil penjualan lemari plastik (kepada korban). Namun, hal itu dibantah dan terjadilah perkelahian antara kedua belah pihak, termasuk orang tua dari pelapor,” ungkapnya, Senin, (3/8).
Baca Juga:Ibu Ungkap Kronologi Dugaan Penganiayaan Bocah 5 Tahun di CipongkorAnak SD di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Penganiayaan Teman, Jalani Operasi Akibat Luka di Perut
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Sumartono nekat melakukan aksinya karena permasalahan piutang sebesar Rp 150 ribu yang berasal dari hasil penjualan lemari pelastik.
Sehingga dalam aksinya, pelaku membawa sebilah senjata tajam jenis samurai untuk mengancam korban.
“Saat kejadian pelaku membawa senjata tajam berupa samurai. Samurai tersebut diacung-acungkan dan dipukulkan kepada korban. Saat kejadian, pelaku diduga dalam pengaruh minuman beralkohol,” ucapnya.
Akibat tindakan pelaku tersebut, Korban kata Sumartono langsung mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
Saat ini telah dilakukan visum, ada tiga orang, termasuk orang tua korban yang bernama Rian Permana. Bapaknya saat ini masih mengalami trauma karena yang bersangkutan dalam video yang sudah ramai itu melakukan perlawanan. Tangan dan mulut korban terkena sabetan dari pelaku,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, pelaku kini terancam dijerat Pasal 262 juncto 466 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
“Masih ada beberapa pelaku yang sedang kami lakukan pengejaran. Ada dua pelaku lagi. Mudah-mudahan, mohon doanya, bisa segera terungkap,” pungkasnya.(San).
