JABAR EKSPRES – Komitmen Telkomsel dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Indonesia terus diperkuat melalui program Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity (TERRA).
Memasuki usia 15 tahun, program Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut kembali menghadirkan Gladian PANJI Relawan TERRA, sebuah pelatihan berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan kapasitas relawan muda agar lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Program ini menjadi bagian dari upaya Telkomsel membangun ekosistem ketangguhan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:Peduli Bencana Kampung Adat Ciptamulya, BRI Region 9 Bandung Salurkan Bantuan Logistik & Survival Kit BersamaYili Indonesia Ajak Generasi Muda Bandung Peduli Lingkungan Melalui Edukasi Daur Ulang Sampah Plastik
Selama satu setengah dekade berjalan, TERRA telah menjadi salah satu inisiatif berkelanjutan Telkomsel dalam mendukung empat tahapan penting penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan dan rehabilitasi, hingga pencegahan serta mitigasi bencana. Program tersebut juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi bagian dari operasional perusahaan.
Hingga kini, TERRA telah menjangkau 16 wilayah di Indonesia, melibatkan 722 relawan dan bekerja sama dengan 118 komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan maupun kebencanaan.
Salah satu program unggulannya adalah Gladian PANJI Relawan TERRA, sebuah pelatihan yang dirancang khusus untuk memperkuat kompetensi relawan muda, termasuk Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) serta berbagai komunitas peduli bencana.
Istilah Gladian diambil dari tradisi latihan dan pembekalan yang telah lama dikenal di lingkungan kepramukaan, militer, maupun organisasi pecinta alam. Sementara PANJI merupakan akronim dari lima pilar utama pelatihan, yaitu Pemetaan Risiko, Alokasi Sumber Daya, Notifikasi Dini, Jaringan Evakuasi Aman, dan Integrasi Penanganan Darurat.
Sepanjang 2026, pelatihan ini digelar secara bertahap di sejumlah daerah. Kegiatan diawali di Pandeglang, Banten pada 25–27 Juni 2026, kemudian berlanjut di Bandungan, Semarang pada 9–11 Juli 2026, dan terakhir di Ciwidey, Kabupaten Bandung pada 23–25 Juli 2026.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang dibawakan oleh praktisi kebencanaan, akademisi, jurnalis, BASARNAS, BPBD, hingga PMI. Materi yang diberikan mencakup Talkshow Tanggap Bencana, Basic Life Support, Psikososial Fundamental, Jurnalistik Kebencanaan, Mitigasi Bencana, hingga Disaster Management.
