JABAR EKSPRES – BNN Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong pemulihan penyalahguna narkoba tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan lingkungan.
Sepanjang 2025, BNN Kabupaten Bandung Barat mencatat sebanyak 48 penyalahguna narkoba menyelesaikan program rehabilitasi. Sementara pada 2026, sebanyak 23 orang masih menjalani proses pemulihan.
Kepala BNN KBB, AKBP Agus Widodo, mengatakan pendekatan rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengidentifikasi akar persoalan yang memicu penyalahgunaan.
Baca Juga:Ramadan Tanpa Penindakan, BNN KBB Ungkap Warga Terjerat Adiksi NarkobaBNN Kabupaten Bandung Barat Sebut Ramadan Jadi Periode Rawan Penyalahgunaan Narkotika
“Tahun 2025 ada 48 orang yang sudah menyelesaikan rehabilitasi. Untuk tahun ini, ada 23 orang yang masih dalam proses,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, setiap peserta rehabilitasi terlebih dahulu menjalani assessment untuk mengetahui faktor utama yang mendorong mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Kami identifikasi penyebabnya, ada yang karena putus sekolah, menganggur, atau tekanan hidup sehingga mencari pelarian,” katanya.
Dari hasil tersebut, BNN KBB kemudian memberikan pendampingan sesuai kebutuhan, termasuk membuka akses pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.
“Kalau masalahnya pekerjaan, kami arahkan ke pelatihan atau usaha mandiri supaya mereka punya kegiatan yang positif,” jelasnya.
Selain faktor ekonomi, pengaruh lingkungan pertemanan juga menjadi penyebab yang cukup dominan.
“Kalau lingkungannya tidak sehat, mereka harus berani memutus pergaulan agar tidak kembali terjerumus,” tegas Agus.
Baca Juga:BNN Bandung Beberkan Hasil Tes Urine Sopir Minibus di Terminal Stasiun HallBNNP Jabar 2025: Ungkap 23 Kasus Narkoba, Sita 8 Kg Ekstasi Beracun, Selamatkan 70.517 Jiwa
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam proses pemulihan. Kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak kerap menjadi salah satu pemicu.
“Banyak anak tidak punya ruang komunikasi di rumah, akhirnya mencari pelarian ke hal yang salah,” ujarnya.
BNN KBB pun memberikan edukasi kepada keluarga agar mampu membangun pola komunikasi dan pengasuhan yang sehat.
“Kami dorong keluarga untuk lebih aktif mengawasi dan membangun komunikasi yang baik, karena peran keluarga sangat penting,” tambahnya.
Agus juga mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Masyarakat harus lebih peduli. Kalau ada hal mencurigakan, jangan langsung dianggap biasa,” katanya.
Ia menegaskan, penyalahgunaan narkoba berdampak serius terhadap kesehatan, terutama pada fungsi otak.
