JABAR EKSPRES – Di balik sepinya penangkapan kasus narkoba selama Ramadan 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung (KBB) Barat justru menemukan kisah warga yang berjuang lepas dari jerat kecanduan.
Kepala BNN KBB, Agus Widodo, mengatakan selama bulan Ramadan pihaknya tetap menjalankan berbagai kegiatan lapangan untuk menekan peredaran narkoba. Namun hingga akhir Ramadan, belum ada kasus yang berhasil diungkap.
“Selama Ramadan kami tetap melakukan kegiatan lapangan. Namun memang belum ada penangkapan. Yang ditemukan justru pengguna, mayoritas anak-anak, dan langsung kami lakukan pembinaan,” ujar Agus, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga:Ribuan Miras-Narkoba dan Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Cimahi, Ini Rinciannya!Bongkar Peredaran Ganja 9 Kilo di Bandung, 3 Tersangka Diamankan Satres Narkoba
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Pasalnya, sejumlah pengguna yang terjaring telah berada pada tahap kecanduan atau adiksi sehingga membutuhkan penanganan medis secara intensif.
Ia menjelaskan, pada fase tersebut dampak narkoba tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga sudah memengaruhi kondisi kesehatan, sehingga proses pemulihan harus dilakukan melalui terapi medis dengan pengawasan tenaga profesional.
“Beberapa sudah masuk level adiksi. Penanganannya harus melalui terapi medis, dengan pengaturan dosis secara bertahap hingga akhirnya bisa dihentikan,” jelasnya.
Dalam proses rehabilitasi, dosis zat yang sebelumnya dikonsumsi akan dikurangi secara perlahan, disertai pengaturan jarak penggunaan hingga benar-benar berhenti. Seluruh tahapan dilakukan di bawah pengawasan ketat tenaga medis.
Untuk memperkuat penanganan, BNN KBB juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat serta sejumlah fasilitas rehabilitasi lainnya.
“Sebagian kami tangani di kantor, sebagian dirujuk ke RSJ, dan ada juga yang ke loka rehabilitasi sesuai kebutuhan,” katanya.
Selain fokus pada pemulihan, proses rehabilitasi juga dimanfaatkan untuk menggali latar belakang para pengguna hingga terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Dari situ, BNN kerap menemukan berbagai pengalaman pahit yang dialami para pecandu.
Baca Juga:Polrestabes Bandung Ungkap 30 Perkara Narkoba Sepanjang Ramadan 2026!Cangkang Tutut Jadi Modus Baru Peredaran Narkoba Jenis Sabu
Agus menilai, kisah para mantan pengguna tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mencoba narkoba.
“Dari cerita mereka, terlihat bahwa apa yang dibayangkan soal kenikmatan narkoba tidak sesuai dengan kenyataan. Justru berujung pada kerusakan hidup,” ungkapnya.
