JABAR EKSPRES – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba selama Ramadan menyusul tingginya penyalahgunaan obat keras tertentu (OKT).
Badan Narkotika Nasional KBB mencatat, 53 persen kasus yang ditangani didominasi obat keras tertentu (OKT), dengan mayoritas pelaku berasal dari kalangan remaja.
“Data kami menunjukkan penyalahgunaan obat keras tertentu mendominasi, persentasenya sampai 53 persen dari keseluruhan kasus. Ini yang paling menonjol saat ini,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) KBB, AKBP Agus Widodo saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga:Perhutani Pastikan Offroad di Sukawana-Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat IlegalPemkab Bandung Barat Periksa Kelayakan TPU Harmony Village Sebelum Dikelola
Ia menjelaskan, kelompok usia 12 hingga 24 tahun menjadi penyumbang terbesar dalam statistik tersebut. Mereka terdiri dari pelajar, remaja putus sekolah, hingga pekerja lepas yang dinilai berada dalam fase rentan terhadap pengaruh lingkungan.
“Rentang usia remaja sampai dewasa muda ini paling banyak. Ada yang masih sekolah, ada yang sudah tidak sekolah, bahkan ada yang bekerja serabutan. Kelompok ini perlu perhatian bersama,” katanya.
Menurut Agus, Ramadan termasuk periode rawan penyalahgunaan narkoba. Berkurangnya aktivitas sekolah dan pekerjaan membuat sebagian remaja memiliki waktu luang lebih banyak, yang berpotensi dimanfaatkan untuk berkumpul tanpa pengawasan.
“Ketika aktivitas rutin berkurang, mereka cenderung lebih sering berkumpul. Kalau tidak diarahkan ke kegiatan positif, risiko terpapar penyalahgunaan bisa meningkat,” jelasnya.
Dari hasil pemetaan BNN, faktor pergaulan dan kondisi psikologis menjadi pemicu utama. Banyak pengguna awalnya mencoba karena ajakan teman, rasa ingin diakui, hingga minimnya perhatian dalam keluarga.
“Ada yang karena solidaritas pertemanan, ada juga yang merasa kurang diperhatikan di rumah. Kondisi ini membuat mereka mudah tergoda untuk mencoba,” ungkap Agus.
BNN KBB juga menemukan motif lain, seperti alasan meningkatkan stamina kerja atau dorongan pasangan. Namun, para pengguna umumnya tidak memahami kandungan dan dampak jangka panjang dari obat yang dikonsumsi.
Baca Juga:Satpol PP Bogor Gencarkan Operasi Penertiban Tempat Hiburan hingga "Panti Pijat" Selama RamadanPengaturan Jam Kerja ASN Kota Bogor Selama Ramadan, Ini Rinciannya!
“Mereka berpikir itu bisa menambah tenaga atau sekadar ikut-ikutan. Padahal efeknya berbahaya dan bisa menyebabkan ketergantungan,” tegasnya.
Selama Ramadan, BNN KBB akan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyampaikan pesan pencegahan melalui mimbar keagamaan, seperti kuliah subuh, kultum, hingga ceramah tarawih.
