Unik, Pos Terpadu “Lembur Kaheman” di Nagreg Hadirkan Nuansa Kampung Sunda untuk Pemudik

Unik, Pos Terpadu “Lembur Kaheman” di Nagreg Hadirkan Nuansa Kampung Sunda
Pekerja menyervis sepeda motor di Posko Terpadu Lembur Kaheman di jalur mudik Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suasana berbeda tampak di jalur mudik jalur selatan. Polresta Bandung menghadirkan pos terpadu dengan konsep unik bertema “Lembur Kaheman”, yang mengangkat nuansa perkampungan Sunda tempo dulu di tengah arus padat pemudik di KM 36 Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, mengatakan pos tersebut sengaja dibangun di Nagreg karena kawasan ini menjadi salah satu titik dengan volume kendaraan tinggi saat musim mudik.

“Yang pertama kami dirikan di Nagreg. Itu analisanya adalah karena memang potensi kendaraan yang padat di sana,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga:Polresta Bogor Kota Siapkan 9 Pos Pengamanan Mudik 2026, 110 Personel Satlantas Disiagakan Menembus Macet dan Panas H-2 Lebaran, Cerita Pemudik Motor Menjaga Rindu Tetap Hidup

Keunikan pos terpadu ini terlihat dari desainnya yang menggunakan bilik-bilik bambu menyerupai gubuk, lengkap dengan ornamen tradisional dan alunan musik Sunda.

Konsep tersebut menghadirkan suasana hangat layaknya kampung halaman bagi para pemudik yang singgah.

“Kami konsepnya tematik, mengutamakan kearifan lokal yaitu filosofi budaya Sunda, Lembur Kaheman. Ini kami bangun dengan bilik-bilik bambu yang akan menarik rasa kekeluargaan bagi masyarakat,” jelasnya.

Secara tidak langsung, konsep ini juga menjadi upaya Polresta Bandung untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya melestarikan budaya leluhur.

Selain desainnya yang khas, personel yang berjaga juga tampil berbeda dengan mengenakan udeng, ikon penutup kepala pria khas Jawa Barat. Hal ini semakin memperkuat nuansa tradisional di pos tersebut.

“Personel kita menggunakan udeng, salah satu ikon Jawa Barat. Ini mengingatkan kita kepada leluhur dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah kelahiran,” katanya.

Meski mengusung konsep tradisional, fasilitas yang disediakan tetap modern dan lengkap. Tersedia Wi-Fi gratis, bengkel gratis, tempat bermain anak, musala, tempat istirahat, hingga fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.

Baca Juga:Arus Mudik 2026, Lebih dari 76 Ribu Kendaraan Memasuki Bandung dan SekitarnyaArus Mudik Nagreg Meningkat di H-2 Lebaran, Dishub Kabupaten Bandung Prediksi Puncak Terjadi Hari Ini

“Fasilitas ada Wi-Fi gratis, bengkel gratis, tempat bermain, musala, tempat istirahat, ada pengecasan untuk mobil listrik,” ungkapnya.

Kapolresta pun mengimbau pemudik yang melintas di jalur Nagreg menuju Garut, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis hingga Cilacap untuk memanfaatkan pos tersebut sebagai tempat beristirahat.

“Harapannya pengemudi kalau capek silakan istirahat. Bisa dimanfaatkan juga untuk foto-foto karena posnya cukup unik,” tuturnya.

0 Komentar