Meriah! Pawai Ogoh-ogoh Nyepi di Cimahi Bikin Perantau Nostalgia Kampung Halaman

Pawai Ogoh-Ogoh dalam Perayaan Nyepi di Kota Cimahi (Mong)
Pawai Ogoh-Ogoh dalam Perayaan Nyepi di Kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suasana berbeda terasa di Kota Cimahi pada Selasa (17/3/2026). Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, kota ini seolah berubah menjadi ruang perjumpaan budaya saat dua patung ogoh-ogoh berukuran raksasa berdiri kokoh di Lapangan Pussenarhanud, Jl. Sriwijaya Raya No.1, Setiamanah, Cimahi Tengah.

Ogoh-ogoh tersebut diarak sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948. Tradisi ini bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga simbol penyucian diri serta alam semesta sebelum memasuki hari hening.

Menariknya, perayaan Nyepi di Cimahi tak hanya dirasakan umat Hindu setempat. Sejumlah perantau yang tinggal di wilayah Bandung Raya juga ikut merasakan kehangatan suasana tersebut.

Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk

Salah satunya Sinta (22), mahasiswi asal Sulawesi yang kini menempuh pendidikan di Bandung. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung rangkaian perayaan Nyepi, termasuk pawai ogoh-ogoh.

“Kalau ini sih pertama kali. Makanya saya merasa kayak ini tuh hal yang sangat luar biasa. Apalagi ini tuh apa ya, dicampur ya? Maksudnya kayak ada kombinasi gitu ya dari berbagai etnis,” kata Sinta saat diwawancarai Jabar Ekspres di lokasi.

Bagi Sinta, pengalaman ini terasa istimewa, terutama sebagai perantau yang jauh dari kampung halaman.

“Menurut aku pribadi, yang di mana kalau aku ini kan perantau ya, mahasiswa di Bandung. Kalau aku tuh sangat luar biasa ya untuk kami-kami para perantau,” ujarnya.

Ia mengaku tetap bisa merasakan suasana Nyepi meskipun tidak berada di daerah asalnya.

“Jadi, walaupun aku jauh dari kampung halaman tuh, tapi tetap ngerasain ini kayak suasana Nyepi nya bagaimana, terus rangkaian-rangkaian acaranya walaupun kita jauh dari kampung halaman,” ujarnya penuh antusias.

Saat ditanya apakah perayaan ini menghadirkan rasa nostalgia. Selain itu, ia juga terkesan dengan keberagaman budaya yang ditampilkan dalam acara tersebut.

Baca Juga:ORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan NasionalDoa Lailatul Qadar Lengkap dengan Artinya, Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan

“Iya, benar. Jadi, kami tuh kayak tetap ngerasain kampung halaman walaupun kami tuh ada di Bandung, gitu,” kata Sinta tak ragu mengiyakan.

Sinta menuturkan kekagumannya melihat perpaduan berbagai etnis yang hadir dalam satu perayaan.

“Itu sih yang menurut saya sangat luar biasa,” ucapnya bangga.

0 Komentar