PM Spanyol Tolak Eskalasi Perang di Timur Tengah dan Serukan Gencatan Senjata

PM Spanyol Tolak Eskalasi Perang di Timur Tengah dan Serukan Gencatan Senjata
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik)
0 Komentar

Penolakan tersebut sebelumnya juga ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares. Dalam wawancara dengan radio Cadena SER, Albares menegaskan bahwa posisi pemerintah Spanyol terkait perang di Timur Tengah tetap konsisten dan tidak mengalami perubahan.

Ia juga membantah pernyataan yang sebelumnya disampaikan pihak Gedung Putih mengenai dugaan kerja sama militer antara Spanyol dan Amerika Serikat terkait penggunaan pangkalan militer.

Pernyataan tersebut muncul setelah juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Spanyol disebut telah menyetujui kerja sama dengan militer Amerika Serikat.

Baca Juga:Cavaliers Tundukkan Pistons 113-109, Jaylon Tyson Bersinar di Tengah Absennya Donovan MitchellMojtaba Khamenei Muncul sebagai Kandidat Kuat Pemimpin Tertinggi Iran Pasca-Serangan AS-Israel

“Posisi Pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman di Iran, mengenai penggunaan pangkalan, tidak berubah sedikit pun,” kata Albares.

Klaim tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol.

Ancaman tersebut muncul setelah pemerintah Madrid melarang penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk mendukung serangan terhadap Iran. Hingga kini, pemerintah Spanyol tetap mempertahankan sikapnya untuk tidak terlibat dalam konflik militer tersebut dan terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.

“Sehubungan dengan Spanyol, saya pikir mereka mendengar pesan Presiden (Trump) kemarin dengan jelas dan menurut pemahaman saya, mereka telah setuju untuk bekerja sama dengan militer AS, dan saya tahu bahwa militer AS berkoordinasi dengan rekan-rekan mereka di Spanyol,” kata Leavitt.*

0 Komentar