Dishub Kabupaten Bandung Siagakan 200 Personel, Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran

Dishub Kabupaten Bandung Siagakan 200 Personel, Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran
Volume kendaraan yang melintasi Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, pada H-2 Lebaran, Sabtu (29/3/2025), mencapai 138.037 kendaraan hingga pukul 16.00 WIB. Foto: Agi / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menyiapkan ratusan personel untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah yang melintasi wilayah Kabupaten Bandung.

Kepala Dishub Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan, pihaknya memprediksi akan terjadi dua gelombang puncak arus mudik pada pertengahan Maret 2026.

Perkiraan tersebut didasarkan pada evaluasi pengamanan arus mudik tahun sebelumnya serta adanya rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama.

Baca Juga:Antisipasi Kepadatan Saat Arus Mudik, Tol Japek II Selatan akan Dibuka Secara Fungsional Aktivitas Pasar Kaget Jadi Perhatian Selama Arus Mudik 2026, Polda Jabar Siapkan Antisipasi 

Hilman menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 Maret dan 19 Maret 2026. Selain mendekati Idulfitri, periode tersebut juga bertepatan dengan libur nasional Hari Suci Nyepi yang diperkirakan memicu peningkatan mobilitas masyarakat.

“Berdasarkan evaluasi tahun lalu dan adanya hari libur nasional serta cuti bersama, kami memperkirakan akan ada dua gelombang puncak arus mudik pada tanggal 14 dan 19 Maret 2026,” ujar Hilman, Kamis (5/3/2026).

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama periode mudik hingga arus balik, Dishub Kabupaten Bandung menyiagakan sekitar 200 personel. Para petugas tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis pada jalur mudik maupun kawasan wisata.

Hilman mengungkapkan, pihaknya juga akan mendirikan 10 posko yang terdiri dari satu pos induk dan sembilan pos pengamanan. Pos induk direncanakan berada di kawasan Nagreg yang selama ini menjadi salah satu jalur utama perlintasan pemudik.

“Sementara pos pengamanan lainnya akan disebar di beberapa wilayah seperti Cileunyi, Pangalengan, Majalaya, Ciwidey, Ibun-Kamojang, Soreang, hingga Ciparay,” katanya.

Menurutnya, pos induk di Nagreg akan menjadi pusat kendali operasional selama pengamanan arus mudik dan balik.

Di lokasi tersebut juga ditempatkan sistem pemantauan CCTV serta penghitungan volume kendaraan.

Baca Juga:Arus Mudik Lebaran 2026, Ini 5 Klaster Jadi Perhatian Ditlantas Polda JabarDukung Arus Mudik, Jalan Provinsi Jawa Barat 91,68 Persen Semakin Membaik 

“Pusat pemantauan CCTV, traffic counting, dan pengaturan operasi kendali personel akan berada di pos induk Nagreg,” jelasnya.

Selain menempatkan petugas di pos milik Dishub, sejumlah personel juga akan diperbantukan di pos terpadu bersama unsur lintas instansi seperti kepolisian, BPBD, Satpol PP, serta lembaga terkait lainnya.

Dalam upaya mendukung kelancaran lalu lintas, Dishub Kabupaten Bandung juga menyiapkan berbagai sarana penunjang seperti water barrier, traffic cone, rambu portabel, hingga papan informasi dan petunjuk arah bagi pemudik.

0 Komentar