JABAR EKSPRES – Juru masak asal Prancis, David Cailleba, membagikan ratusan takjil gratis kepada warga menjelang berbuka puasa di Jalan Laswi, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
“Kami berbagi takjil. Ada kurma, ada teh, ada bala-bala,” kata David di sela kegiatan.
Pada hari pertama, David menyiapkan sekitar 150 hingga 200 bala-bala untuk dua titik pembagian, yakni di Jalan Laswi dan Penka Cafe. Dia menyebut, setiap bala-bala berbobot sekitar 40 gram dengan komposisi lebih banyak sayuran dan minim tepung.
Baca Juga:Ekonomi Desa Siap Naik Kelas, Koperasi Subang Ekspor 3 Ton Manggis ke Pasar China Jadi Penopang Ekonomi Pesisir, KKP Pastikan Kemudahan Pupuk Subsidi Bagi Pembudidaya Ikan
“Bukan lebih sehat, tapi lebih full sayur. Kami tidak pakai banyak tepung,” ujarnya.
Setiap penerima mendapatkan satu kotak berisi satu bala-bala berukuran besar, satu kurma, dan satu gelas teh. David mengatakan jumlah produksi bisa ditingkatkan jika ada tambahan dukungan.
“Kalau bisa bikin seribu, kita buat seribu. Saya siap. Tinggal tambah wajan dan orang,” kata dia.
Menurut David, dana kegiatan berasal dari berbagai pihak, termasuk donatur dari dalam dan luar negeri. Dia menyebut ada bantuan dari sejumlah pihak, termasuk dari Jerman.
“Banyak orang yang bantu untuk mulai sedikit-sedikit. Semoga besok kita tambah,” ujarnya.
Untuk sementara, kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 10 hari. Namun, David berharap pembagian takjil dapat dilakukan hingga akhir Ramadan apabila dukungan terus mengalir.
Dia mengatakan kegiatan ini berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai mualaf. David mengaku memeluk Islam pada 2007 saat bekerja di Padang, Sumatera Barat.
Baca Juga:Kredit UMKM Bisa Tumbuh Pesat dengan Perbaikan Tiga Sektor Utama Menaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bersamaan dengan THR
Saat itu dia memutuskan masuk Islam menjelang pernikahannya dengan perempuan Indonesia yang dikenalnya di tempat kerja.
“Awalnya saya tidak tahu bagaimana buka puasa. Dulu sampai sakit karena kebanyakan makan,” kata dia.
Kini, dia memilih berbuka secukupnya dengan kurma dan teh. Menurut David, Ramadan menjadi momentum untuk berbagi dan mengingat mereka yang hidup dalam kesulitan, seperti warga di Sudan dan Palestina.
“Kami bersyukur, kami bisa kasih. Nanti pasti ada orang lain yang akan kasih ke kita,” ujarnya.
Sebelum menggelar pembagian takjil mandiri, David mengaku sempat terlibat dalam kegiatan sosial lain di Bandung, antara lain membantu produksi roti untuk program Jumat Berkah serta terlibat di dapur umum saat bencana longsor di kawasan Cisarua.
