JABAR EKSPRES – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melepas ekspor manggis sebanyak 3 ton Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China sebagai ekspor manggis segar ke negara itu tahap delapan.
“Kali ini, Koperasi Produsen Upland Subang Farm melepas 3 ton manggis, sehingga secara total sejak pengiriman pertama nilai transaksinya mencapai Rp6,6 miliar,” kata Menkop dikutip dari ANTARA, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, pelepasan ekspor produk pertanian manggis dari koperasi di Subang menjadi penanda bahwa koperasi mampu bersaing, sehingga bisa menembus pasar global.
Baca Juga:Jadi Penopang Ekonomi Pesisir, KKP Pastikan Kemudahan Pupuk Subsidi Bagi Pembudidaya IkanKredit UMKM Bisa Tumbuh Pesat dengan Perbaikan Tiga Sektor Utama
Bahkan, Koperasi Produsen Upland Subang Farm dalam waktu dekat berencana akan menambah unit bisnis untuk pengemasan produk nanas dalam kaleng sehingga siap diekspor.
“Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Subang sebagai kabupaten yang super karena bisa ekspor berbagai komoditas. Insyaallah kami siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah,” kata Ferry.
Dalam hal ini, tidak hanya kebijakan saja yang diberikan pada koperasi namun juga pembiayaan.
Menkop mendorong agar Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi tersebut.
Dengan adanya dukungan pembiayaan, Ferry berharap kualitas dan kuantitas hingga upaya diversifikasi usaha dan Koperasi Upland Subang Farm bisa dilakukan sesuai rencana bisnisnya.
Adanya modal yang cukup juga diharapkan agar koperasi ini bisa menyerap produk pertanian dengan harga yang lebih baik sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya.
“Saya yakin Koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana,” katanya.
Baca Juga:Menaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bersamaan dengan THRIndonesia Siap Naik Kelas, 15 Ribu Insinyur Ditargetkan Kuasai Teknologi Desain Chip Global
Berdasarkan hasil kajian terhadap proposal dan bisnis proses dijalankan koperasi tersebut kepada LPDB, untuk tahap awal diperkirakan suntikan dana yang dapat diberikan sekitar Rp4 miliar.
Kemudian, diperkirakan nilai pembiayaan yang bisa digulirkan bisa mencapai Rp20 miliar.
“Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp20 miliar tetapi harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Keberhasilan ekspor ini disebut selaras dengan visi Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat dan motor penggerak ekonomi desa.
