JABAR EKSPRES – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat dukungan terhadap sektor budidaya dengan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para pembudidaya ikan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga produktivitas tambak tradisional sekaligus menopang ketahanan pangan berbasis perikanan.
Berkolaborasi dengan PT Pupuk Indonesia, pemerintah menjamin kemudahan akses pupuk bagi petambak, terutama di sentra-sentra produksi utama seperti Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Baca Juga:Kredit UMKM Bisa Tumbuh Pesat dengan Perbaikan Tiga Sektor Utama Menaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bersamaan dengan THR
Di wilayah ini, pupuk berfungsi menumbuhkan plankton sebagai pakan alami bandeng—faktor kunci yang menentukan tingkat keberhasilan panen.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Hare Rahayu melansir dari ANTARA, Jumat (27/2/2026) menyebut tren budidaya ikan di Gresik terus meningkat.
Ia juga menyebut jumlah pembudidaya naik dari 13.210 orang pada 2021 menjadi 32.505 orang pada 2025 (angka sementara).
Pada 2025 produksi bandeng tercatat sementara sebesar 112.590 ton, menyumbang lebih dari separuh total produksi bandeng Jawa Timur yang mencapai 203.338 ton.
“Bagi pembudidaya tradisional, pupuk adalah penopang utama. Tanpa pupuk, pertumbuhan ikan tidak optimal dan biaya produksi meningkat,” ujar Tebe.
Program pupuk bersubsidi sektor perikanan ini diatur melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan.
Sementara, untuk Tahun Anggaran 2026 alokasi pupuk bersubsidi di Jawa Timur mencapai 66.571 ton, dengan Kabupaten Gresik menerima 9.825 ton.
Baca Juga:Indonesia Siap Naik Kelas, 15 Ribu Insinyur Ditargetkan Kuasai Teknologi Desain Chip Global Tak Lagi Terpusat di Jawa, Menaker Dorong Magang Nasional 2026 Menjangkau Semua Provinsi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menegaskan bahwa aspirasi petambak Gresik telah masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.
Ia pun menyebut alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan budidaya mencapai sekitar 295 ribu ton secara nasional.
“Distribusi pupuk harus tepat sasaran hingga ke tingkat petambak, disertai pengawasan penyaluran yang kuat di lapangan,” katanya.
Dengan dukungan pupuk bersubsidi dan tata kelola distribusi yang diperkuat, pemerintah optimistis sektor budidaya ikan khususnya bandeng akan terus tumbuh dan menjadi penopang ekonomi pesisir.
