JABAR EKSPRES – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat posisinya di sektor pariwisata dengan menyiapkan layanan kereta api berkonsep experience, luxury, dan heritage untuk rute-rute di Pulau Jawa.
Langkah ini menjadi strategi perseroan dalam menangkap pertumbuhan signifikan wisata domestik dan mancanegara dalam dua tahun terakhir.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan peningkatan inovasi layanan kereta api akan terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan wisata di Pulau Jawa.
Baca Juga:Kementerian Perhubungan Fokus Keselamatan dan Infrastruktur, Anggaran 2026 Disesuaikan Jadi Rp27,13 TriliunAntisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Menhub Siapkan 5 Jalur Penyeberangan Laut Lintas Jawa-Sumatera
“KAI terus melakukan inovasi layanan dengan menyiapkan rangkaian kereta berkonsep experience, luxury, dan heritage yang saat ini dalam tahap pengerjaan di Balai Yasa Surabaya Gubeng,” kata Bobby, dikutip dari ANTARA, Jumat (20/2/2026).
Progres tahap pertama telah mencapai 38 persen dan ditargetkan memasuki uji coba pada Juni 2026 sebelum resmi beroperasi secara komersial.
“Hingga saat ini, progres tahap pertama telah mencapai 38 persen dan ditargetkan memasuki tahap uji coba pada Juni 2026 sebelum diluncurkan secara komersial,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan pengembangan konsep tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan mencapai 706.472.487 perjalanan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren kenaikan signifikan perjalanan wisata di Pulau Jawa. Pada 2024 tercatat lebih dari 706.472.487 perjalanan wisata domestik, meningkat menjadi sekitar menjadi 777.760.821perjalanan pada 2025 atau tumbuh 10,1 persen dalam satu tahun.
Kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara di Jawa juga meningkat dari 2.962.247 orang pada 2024 menjadi orang pada 2025, naik sekitar 8 persen.
Sejalan dengan itu, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh menunjukkan tren konsisten. Pada 2022 tercatat 300.708 wisman, meningkat menjadi 580.995 wisman pada 2023, kemudian 669.226 wisman pada 2024, dan kambali naik menjadi 694.123 wisman pada 2025.
Baca Juga:Bapanas Siapkan Perpres Penyelamatan Pangan, Perkuat Ekosistem Ekonomi SirkularWaspada! Hubungan Seks Oral dapat Mengakibatkan Kematian
“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan wistawatan global terhadap layanan transportasi berbasis rel di Indonesia,” jelas Boby.
Secara kumulatif, dalam periode 2022 hingga 2025 terjadi pertumbuhan sebesar 131 persen, mencerminkan lonjakan lebih jauh dai dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan wisatawan global terhadap layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan lanskap alam dan kekayaan budaya di Pulau Jawa.
“Kereta api melintasi berbagai wilayah dengan panorama yang kuat visual dan historis. Melalui konsep experience, luxury, dan heritage ini, KAI menghadirkan perjalanan yang memadukan kenyamanan premium dengan nilai historis dalam satu rangkaian layanan,” tutur Bobby.
