12 kereta tengah dipersiapkan yang mencakup kereta sleeper dengan ruang privat, kereta makan berkonsep fine dining, kereta lounge dengan fasilitas hiburan, serta kereta pendukung operasional.
Semua itu dirancang melalui pendekatan revitalisasi sarana era 1980 hingga 1990an yang dikembangkan ulang dengan standar kenyamanan modern.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari optimalisasi dan peremajaan asset, sekaligus menjaga karakter historis sarana agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan masa kini.
Baca Juga:Kementerian Perhubungan Fokus Keselamatan dan Infrastruktur, Anggaran 2026 Disesuaikan Jadi Rp27,13 TriliunAntisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Menhub Siapkan 5 Jalur Penyeberangan Laut Lintas Jawa-Sumatera
“Kami merancang ulang kereta heritage dengan sentuhan modern agar tetap mempertahankan niali sejarahnya dan menghadirkan standar layanan yang semakin meningkat. Inisiatif ini diharapkan da[at memperkuat ekosistem pariwisata berbasis kereta api di Indonesia,” lanjut Bobby.
