Pemkot Cimahi Resmikan Labkesmas Baru, Pembangunan Telan Dana Rp16 Miliar

Pemkot Cimahi Resmikan Labkesmas Baru, Pembangunan Telan Dana Rp16 Miliar
Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat Meresmikan Labkesmas di Jalan Sukimun, Baros (Dok: Humas Pemkot Cimahi)
0 Komentar

Ia mengingatkan bahwa kelengkapan sarana menjadi kunci agar fasilitas tersebut segera beroperasi.

“Bangunan megah kalau isinya enggak ada, nanti diisi apa ya? Nanti jadi warung lagi nanti. Ya, ini laboratorium kesehatan ini mudah-mudahan segera dapat isinya, nanti bisa untuk segera bisa operasional. Itu ya, doakan saja mudah-mudahan lancar, sehingga nanti bangunan ini bermanfaat,” sambungnya.

Terkait target operasional, Ngatiyana menyebut dukungan peralatan dari Kementerian Kesehatan akan mulai datang pada April 2026.

Baca Juga:Miliki Labkesmas Sendiri, Cimahi Akhiri Ketergantungan pada Laboratorium ProvinsiBelum Cair Juga, Puluhan Faskes di Bandung Barat Masih Menunggu Pembayaran Biaya Korban Keracunan MBG

“Kalau melihat target, ya kita targetnya kalau ini cepat nanti di bulan kira-kira bulan empat (April) itu ada bantuan juga dari Kementerian Kesehatan yang akan segera dikirim ke sini, diisi,” kata dia.

“Targetnya kira-kira ya tahun 2027 lah ya, mungkin itu sudah bisa operasional secara keseluruhan. Jadi disiapkan isinya dan sebagainya. Mudah-mudahan tidak sampai sana, tetapi kita targetkan saja di tahun 2027 operasional satu,” sambung Ngatiyana.

Terkait cakupan layanan, Ngatiyana menegaskan Labkesmas Cimahi tidak hanya melayani warga setempat.

“Bisa saja, tidak harus orang Kota Cimahi. Ya, ini pelayanan untuk masyarakat baik Kota Cimahi maupun luar Kota Cimahi,” tegasnya.

Adapun jenis layanan yang tersedia mencakup pemeriksaan kesehatan klinis dan lingkungan. Lebih lanjut laboratorium kesehatan, selain juga kesehatan masyarakat (darahnya dan sebagainya ya), termasuk air, kemudian lingkungan, laboratorium lingkungan.

“Jadi menyeluruh di sini, jadi air yang sehat dan tidak sehat labnya di sini. Jadi bukan hanya labnya kesehatan terus darah saja kan,” terangnya.

Menurut Ngatiyana, sektor kesehatan merupakan layanan dasar yang menentukan produktivitas masyarakat. Investasi pada laboratorium kesehatan berarti memperkuat pencegahan, deteksi dini, dan perlindungan keselamatan warga.

Baca Juga:Kisruh Penonaktifan BPJS PBI, Anggaran Dipangkas untuk MBG?Penonaktifan 11 Juta Peserta BPJS PBI Jadi Sorotan, Reaktivasi Sementara Butuh Rp15 Miliar?

Dengan demikian, keberadaan Labkesmas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan kesehatan lokal, tetapi juga menjadi rujukan layanan laboratorium regional.

“Pemikirannya kadang-kadang laboratorium kesehatan hanya pemeriksaan darah, ya, tetapi di situ ada lingkungan, termasuk air, kemudian yang lain-lain. Ada ruangan-ruangan sendiri nanti di atas,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar