JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung belum siap mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mengambil alih perbaikan Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot (Dakol) atau Jembatan Bailey.
Namun, pihaknya terus melakukan koordinasi dan lobi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar pembangunan jembatan segera direalisasikan.
Dadang mengungkapkan, upaya komunikasi intensif terus dilakukan karena kondisi jembatan dinilai mendesak dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Baca Juga:GEMA Pasang Spanduk Protes Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot, Bupati Bandung Minta Segera DiperbaikiDuka Mendalam SMK Sangkuriang 1 Cimahi Usai Siswanya Dikabarkan Meninggal di Flyover Pasupati Bandung
“Untuk saat ini kalau menggunakan APBD Kabupaten Bandung, jujur saja saya belum siap. Tapi kita upaya secara lobi dan juga penyampaian kepada Pak Gubernur,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, apabila Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami keterbatasan anggaran, Pemkab Bandung akan mencoba mengajukan dukungan kepada Kementerian PU.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Dakol juga sejalan dengan program strategis pemerintah pusat sehingga perlu mendapatkan perhatian serius.
“Kalau di provinsi kesulitan anggaran, mungkin kami juga akan mencoba ke Kementerian PU. Jangan sampai jembatan ini putus, karena kalau sudah putus akan lebih viral lagi dan jadi masalah,” katanya.
Kang DS sapaan akrabnya menjelaskan, koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah, termasuk Sekretaris Daerah, guna mempercepat penyelesaian persoalan jembatan.
Ia menyebut persoalan kerusakan sebenarnya telah disampaikan sejak empat tahun lalu karena dinilai penting dan mendesak.
Menurutnya, meski sebagian jembatan di sisi timur telah direalisasikan, kondisi sisi barat dilaporkan mengalami retakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga:Prihatin Kasus Kesehatan Mental Anak Bandung, Umi Oded Tekankan Kerja Bersama Tuntaskan MasalahKetergantungan Pangan dari Luar Kota Jadi Sorotan, Bandung Bentuk Forum Multipihak
“Maka jangan sampai terjadi roboh yang akhirnya menimbulkan masalah, termasuk potensi korban jiwa,” ucapnya.
Ia menegaskan, penyelesaian pembangunan jembatan akan dilakukan melalui koordinasi lintas pemerintah. Pemkab Bandung, kata dia, siap berkontribusi, termasuk dalam penyediaan lahan apabila proyek pelebaran jembatan direalisasikan.
“Kita dikoordinasikan saja. Kalau memang anggarannya besar, kami sudah ngobrol dengan Pak Gubernur bahwa kita ada bagian untuk menyelesaikan tanah karena akan dilebarkan. Saya kira tidak masalah,” ujarnya.
Sebelumnya, Polemik kondisi Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot (Dakol) atau Jembatan Bailey kembali mencuat setelah Gerakan Masyarakat (Gema) Kabupaten Bandung memasang spanduk protes pada Jumat (6/2).
