JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengukuhkan Forum Multipihak Sistem Pangan Kota Bandung, untuk merespons tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah serta persoalan sampah organik perkotaan.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pangan kota yang berkelanjutan.
Pengukuhan forum tersebut berlangsung dalam rangkaian program Urban Futures, Selasa (10/2), di Bandung. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyebut kondisi pangan kota masih menghadapi tantangan struktural.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
“Sebesar 94 ,05% pangan kita masih bergantung dari luar kota. Di sisi lain, hampir 60 % sampah Kota Bandung adalah sampah organik, dengan sekitar 20% berupa sisa makanan,” ungkap Gin Gin.
“Oleh karena itu, integrasi antara Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah (Kang Pisman), Buruan Sehat, Alami, dan Ekonomis (Buruan SAE), dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) menjadi kunci dalam membangun sistem pangan sirkular Kota Bandung,” katanya.
Di tingkat komunitas, inisiatif pertanian perkotaan turut dikembangkan melalui skema Community Supported Agriculture (CSA). Vania Febriyantie dari Seni Tani mengatakan pendekatan ini bertujuan mendekatkan produsen dan konsumen pangan di wilayah perkotaan.
Dia menyampaikan, pada 2025, sebanyak 215 orang bergabung sebagai anggota CSA Seni Tani selama implementasi program Urban Futures.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan forum multipihak ini diharapkan dapat menjadi ruang sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok muda.
Forum tersebut diberi nama Forum KARASA, yang merujuk pada Kang Pisman, Buruan SAE, dan DASHAT. Berbagai pihak perlu berkolaborasi, salah satunya melalui forum ini yang bernama Forum KARASA.
“Harapannya, Forum KARASA (Kang Pisman, Buruan Sae, DASHAT) dapat menjadi ruang sinergi yang hidup, mendorong peran aktif masyarakat dan orang muda,” ujarnya.
Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung
“Serta mempercepat terwujudnya sistem pangan Kota Bandung yang tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan. Forum multipihak sistem pangan kota Bandung ini selanjutnya bisa diformalkan melalui keputusan wali kota,” kata Farhan.
Sementara itu, Regional Coordinator program Urban Futures Laily Himayati menyatakan komitmen programnya untuk terus mendampingi forum tersebut.
Dalam forum tersebut, perwakilan program Urban Futures menyerahkan Kertas Kebijakan berisi rekomendasi penguatan ketahanan pangan berkelanjutan.
