JABAR EKSPRES – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah turut prihatin atas kasus kesehatan mental anak Kota Bandung. Ia mengajak kerja bersama untuk menuntaskan masalah itu dari hulu dan hilirnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menguraikan, masalah kesehatan mental anak itu bisa dimulai dari padatnya penduduk Kota Bandung. Secara geografis Kota Bandung tidak akan bertambah tapi penuduknya terus tumbuh.
Misalnya tercatat data BPS, penduduk Kota Bandung tembus 2,5 juta jiwa. “Itu kalau siang bisa lebih,” katanya, Selasa (9/2).
Baca Juga:Penjahit Rumahan Bersiap Hadapi Lonjakan PesananDi Balik Kue Keranjang Imlek, Ada Konsistensi yang Terjaga Lebih dari Dua Dekade
Legislator dapil Kota Bandung – Cimahi itu melanjutkan, padatnya penduduk itu tentu menimbulkan berbagai persoalan. Mulai dari lingkungan yang makin panas, hingga persaingan kompetitif di berbagai bidang.
Termasuk yang juga terdampak adalah ruang bermain anak yang makin sempit. Padahal ruang bermain itu penting untuk tumbuh kembang anak.
“Mereka butuh bermain, berinteraksi. Kalu tidak terpenuhi dengan baik maka anak bisa stres dalam tanda petik,” sambungnya.
Perempuan yang juga Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Bandung itu melanjutkan, ketersediaan ruang bermain itu bisa jadi salah satu sebab. Karenanya keberadaan ruang bermain bagi anak ini perlu menjadi perhatian. Agar hak-hak anak bisa terpenuhi.
Pada tahap selanjutnya adalah kehadiran program konseling dalam upaya penanganan kesehatan mental anak. Program ini perlu berjalan efektif.
“Menurut kami, konseling terbaik adalah keluarga dan lingkungan terdekat,” kata legislator yang akrab disapa Umi Oded itu.
Bagi Umi Oded, keberadaan lingkungan dan keluarga yang nyaman bagi anak ini juga patut diperhatikan. Agar anak bisa tertata kesehatan mentalnya.
Baca Juga:Kurang Terawat, Halte Depan UIN Bandung Dinilai Tak NyamanVolume Sampah di TPS Pangaritan Tinggi, Petugas Bekerja hingga 12 Jam
Umi Oded juga prihatin dengan data kesehatan mental anak di Kota Bandung. “Tentu kami prihatin, tapi yang utama adalah ayo diselesaikan bersama-sama,” katanya.
Menurut Umi Oded, menuntaskan persoalan itu harus komperhensif. Perlu ada sistem yang dibangun dari hulu hingga hilirnya. Yang aplikasinya dalam bentuk langkah preventif atau pencegahan hingga langkah rehabilitasi setelah ada kejadiannya.
Kota Bandung sebenarnya sudah mendapat predikat Kota Layak Anak. Artinya infrastruktur dan sarananya sudah ada. Artinya tinggal pengoptimalan dalam implementasinya.
