Aksi tersebut viral di media sosial dan mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sekaligus memicu sorotan terhadap lambatnya perbaikan jembatan yang menjadi jalur vital penghubung wilayah selatan Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung.
Juru Bicara Gema Kabupaten Bandung, Abi Muhamad Rafli, sebelumnya menyebut pemasangan spanduk dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya pembangunan jembatan yang telah mengalami kerusakan sekitar
Gema menilai perbaikan jembatan perlu segera direalisasikan karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Baca Juga:GEMA Pasang Spanduk Protes Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot, Bupati Bandung Minta Segera DiperbaikiDuka Mendalam SMK Sangkuriang 1 Cimahi Usai Siswanya Dikabarkan Meninggal di Flyover Pasupati Bandung
Mereka juga berencana mengawal rencana pembangunan pada 2026 serta mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) ke DPRD Jawa Barat guna meminta kepastian jadwal pelaksanaan dan anggaran.
Diketahui, pada 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menganggarkan Rp6 miliar untuk perbaikan Jembatan Dayeuhkolot yang berada di Jalan Dayeuhkolot–Banjaran, Kecamatan Dayeuhkolot.
Jembatan tersebut memiliki dua lajur, di mana satu lajur berupa jembatan lama telah diperbaiki dan rampung. Sementara Jembatan Bailey yang dibangun pada 2022 masih difungsikan sebagai jalur sementara akibat kerusakan struktural sebelumnya.
