Orang Tua Rela Jual Harta Benda Demi Sembuhkan Peri Kecil Penderita Atresia Bilier

ilustrasi bayi Penderita Atresia Bilier. Foto Pexeels
ilustrasi bayi Penderita Atresia Bilier. Foto Pexeels
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ungkapan kasih sayang orang tua tidak lekang oleh zaman selalu berlaku di seluruh belahan dunia. Kedua orang tua terus memastikan sang buah hati bahagia dan sehat. Pernyataan itu tercermin pada perjuangan kedua orang tua di Desa Ciadeg, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Kedua orang tua di Bumi Tegar Beriman, rela menghabiskan harta bendanya untuk menyehatkan kembali putri semata wayangnya yang didiagnosa menderita penyakit liver langka yaitu Atresia Bilier. Kondisinya, saluran empedu tidak berkembang normal yang menyebabkan empedu terperangkap dan merusak hati. Pada kondisi itu, bayi memperlukan penanganan khusus dan intensif dari dokter ahli.

Cerita itu keluar dari mulut perempuan berumur 25 tahun, yaitu Siti Hanifah. Salah satu warga dari Kabupaten Bogor tersebut mengaku, penyakit peri kecilnya terdiagnosa awal sejak berumur 19 hari setelah lahir di dunia.

Baca Juga:Masjid Raya Al Jabbar, Ikon Megah Perpaduan Ibadah, Edukasi, dan Wisata Religi di BandungMasjid Raya Al Jabbar, Ikon Megah Perpaduan Ibadah, Edukasi, dan Wisata Religi di Bandung

“Penyakitnya, kalau kata di kampung ya penyakit kuning ya, fungsi hatinya rusak. Kalau kata di sini (rumah sakit), Atresia Bilier,” kata Siti Hanifah saat dihubungi, pada Jumat (6/2/2026).

Bak tersambar petir, Siti Hanifah lemas setelah mengetahui putri semata wayangnya menderita penyakit langka. Ia bersama suaminya, Hermawan (35), tidak memasrahkan diri terhadap takdir.

Keduanya sempat membawa peri kecilnya untuk menjalani pengobatan, tetapi sempat terhenti karena kendala biaya untuk pergi berobat. Kedua orang tua itu mengambil keputusan menghentikan pengobatan sementara.

Namun, peri kecil bernama HH itu yang seharusnya mulai aktif mengoceh hingga tengkurap dan telentang harus melawan demam saat berumur 4 bulan.

Kedua orang tua itu memutuskan untuk pergi ke bidan dan dinyatakan perut kembung sang anak tidak normal. Mereka memutuskan ke rumah sakit terdekat untuk meminta rujukan bertemu Dokter spesialis gastroenterologi-hepatologi atau penyakit dalam di rumah sakit lain.

Saat pertemuan dengan dokter spesialis itu, peri kecil dari pasangan Siti Hanifah dengan Hermawan diberikan obat batu empedu yang diharapkan dapat mengobati rasa sakit.

Tak sampai di sana, keluarga kecil tersebut kembali mendapat rujukan ke rumah sakit lain dengan bertemu dokter spesialis penyakit dalam lainnya.

0 Komentar