Iran Kecam Kehadiran Militer AS di Teluk Persia, Singgung Latihan Tembak di Selat Hormuz

Iran Kecam Kehadiran Militer AS di Teluk Persia, Singgung Latihan Tembak di Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (SUMBER FOTO: ANTARA/Anadolu/py.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Sabtu melontarkan kritik keras terhadap kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia. Ia menilai Washington berupaya mengatur cara Iran menjalankan aktivitas militernya, bahkan di wilayah yang berada dekat dengan perbatasan negara itu sendiri.

Melalui unggahan di media sosial X, Araghchi menyoroti perbedaan jarak geografis antara AS dan Iran. Ia menyertakan peta yang memperlihatkan posisi kedua negara, sekaligus menandai Selat Hormuz untuk menegaskan bahwa jalur laut strategis tersebut berada sangat dekat dengan wilayah Iran.

Menurut Araghchi, keberadaan militer AS di perairan dekat Iran kini disertai upaya untuk mengatur bagaimana Angkatan Bersenjata Iran melakukan latihan tembak di wilayahnya sendiri. Ia juga menyinggung sikap Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyerukan “profesionalisme” kepada militer Iran, sementara AS dan Uni Eropa secara bersamaan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Baca Juga:Alcaraz Siap Tantang Zverev di Semifinal Australian Open 2026Harga Dollar AS ke Rupiah Hari Ini, 30 Januari 2026: Bergerak di Kisaran Rp16.600–Rp16.900

Araghchi menyebut situasi tersebut sebagai bentuk absurditas dalam politik global saat ini, seraya menambahkan bahwa sejumlah negara Eropa memilih mengikuti kebijakan Washington. Ia menegaskan bahwa IRGC selama ini berperan sebagai penjaga perdamaian dan stabilitas di Teluk Persia serta Selat Hormuz.

“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa IRGC dikenal di kawasan sebagai kekuatan yang disegani, dengan rekam jejak menghadapi kelompok teroris maupun pasukan asing yang melakukan invasi.

“Di kawasan kami, IRGC dikenal sebagai kekuatan yang disegani dan telah membuktikan diri di medan tempur melawan kelompok teroris maupun kekuatan militer yang melakukan invasi,” tambahnya.

Selain itu, Araghchi menekankan bahwa kebebasan navigasi dan keamanan pelayaran kapal-kapal dagang di Selat Hormuz sangat penting bagi Iran dan negara-negara di sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran kekuatan militer dari luar kawasan justru kerap memicu eskalasi ketegangan, bukan meredakannya seperti yang sering diklaim. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di Teluk Persia serta memburuknya hubungan dengan Iran.

0 Komentar