JABAR EKSPRES – Harga dollar AS ke rupiah Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2026, terpantau berada di kisaran Rp16.600 hingga Rp16.900 per USD. Hal ini didasarkan pada kurs yang ditetapkan sejumlah bank besar di Indonesia serta nilai tukar pasar (spot rate) yang menjadi acuan perdagangan valuta asing.
Berdasarkan data kurs bank utama, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat kurs beli USD di level Rp16.610 dan kurs jual Rp16.910 per dollar AS. Data tersebut diperbarui pada pukul 08.52 WIB. Sementara itu, Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs beli di angka Rp16.655 dan kurs jual Rp16.955 per USD, dengan pembaruan terakhir tersedia pada 29 Januari 2026.
Selain itu, nilai tukar pasar atau spot rate juga menjadi perhatian pelaku ekonomi. Pada 30 Januari 2026, spot rate USD/IDR tercatat di sekitar Rp16.784 per dollar AS.
Baca Juga:PBB Dorong Dialog AS–Iran, Nilai Peluang Negosiasi Masih TerbukaHarga Perak per Gram Hari Ini 29 Januari 2026 Naik Tajam, Antam Tembus Rp72.900
Angka ini mencerminkan nilai tukar rata-rata di pasar valuta asing dan sering dijadikan acuan untuk melihat arah pergerakan rupiah secara umum.
Dari sisi tren harian, nilai tukar USD/IDR mengalami penurunan tipis sebesar 0,02 persen dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, sehari sebelumnya rupiah sempat tertekan dengan pelemahan sekitar 0,29 persen.
Fluktuasi ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah masih cenderung volatil dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh dinamika global maupun sentimen pasar domestik.
Dalam skala bulanan, rupiah tercatat melemah sekitar 0,54 persen terhadap dollar AS. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah penguatan indeks dollar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan mata uang dollar terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Perlu diketahui, bahwa kurs yang ditetapkan bank dapat berbeda tergantung pada jenis transaksi yang dilakukan. Transaksi valuta asing dengan nominal di bawah atau di atas USD 2.500 umumnya memiliki kurs yang berbeda, baik untuk kurs beli maupun jual.
Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku usaha disarankan untuk selalu mengecek kurs terbaru sebelum melakukan transaksi.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan USD/IDR masih berpotensi fluktuatif ke depan, seiring perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, serta sentimen pasar yang terus berubah.*
