JABAR EKSPRES – UPTD Pengujian dan Penerapan Mutu Produk Perikanan (PPMP) butuh dukungan pembaruan alat laboratorium, guna mendukung kinerja dalam pengawasan mutu produk ikan.
Permintaan itu disampaikan beberapa perwakilan UPTD, salah satunya Kota Cirebon. Kepala UPTD Ria Inati menuturkan, beberapa alat di laboratorium sudah usang.
Hal itu berisiko terhadap kualitas hasil pengujian, karenanya butuh dukungan pembaharuan alat.
Baca Juga:Optimalkan Ketahanan Pangan, Pj Wali Kota Bandung Tinjau UPTD Pembibitan Tanaman dan PeternakanBibit Ikan Berkualitas Tersedia di UPTD BBI Kota Depok, Ini Syarat Pengajuannya
Ia berharap kebutuhan itu dapat atensi. Pihaknya juga telah menyampaikan langsung ke Komisi II DPRD Jabar saat para wakil rakyat itu meninjau lokasi, Kamis (29/1).
“Harapan kami sih Komisi II bisa mengawal kebutuhan ini, sehingga mendapat alokasi anggaran,” katanya.
Ria melanjutkan, kebutuhan masyarakat akan protein hewani cukup tinggi, salah satunya adalah dari ikan.
Melihat permintaan itu maka butuh jaminan keamanan. Salah satu gerbangnya adalah pengujian yang dilakukan UPTD. “Masyarakat butuh jaminan keamanan saat konsumsi ikan. Makanya itu perlu diuji. Harapan kami UPTD dapat dukungan alatnya,” sambungnya.
Di sisi lain, produksi ikan di Jawa Barat juga tidak sedikit. Berdasarkan data RPJMD Jawa Barat, tercatat produksi ikan di Jawa Barat juga cukup potensial.
Pada 2024 tercatat produksi perikanan tangkap di Jabar tembus 291.284,15 ton, sedangkan perikanan budidaya tembus 1.298.112,23 ton.
Lalu terdapat beberapa jenis produk perikanan yang cukup menonjol, yakni Gurame, Lele, Nilai, Ikan Mas, dan Udang Vaname.
Baca Juga:Prabowo Putuskan RI Gabung Board of Peace Meski Tuai Kontroversi, Anggaran Keanggotaan Dibiayai APBN?Bakal Dibahas Februari, Negosiasi Tarif Impor AS Jalan di Tempat?
Data tahun 2024 mencatat volume produksi kelima produk perikanan tersebut mencapai 960.108,73 ton dengan nilai produksi mencapai Rp28,16 triliun.
Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Jabar Bambang Mujiarto juga sependapat. Pihaknya akan mengupayakan usulan itu.
“Memang itu penting. alat uji perlu kualitas yang baik agar tingkat error sangat minim, karena hasil yang valid sangat krusial untuk mendeteksi kandungan logam berat maupun zat berbahaya lainnya sebelum dikonsumsi,” katanya. (son)
