JABAR EKSPRES – Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A Koswara mengunjungi UPTD Pembibitan Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, sebagai salah satu upaya optimalisasi benih unggul guna ketahanan pangan di kota kembang.
Diakui Koswara, langkah ini penting di tengah Kota Kembang yang bukan merupakan wilayah dengan sektor pertanian tinggi.
Maka dari itu, dirinya menekankan terkait pentingnya peran pusat pembenihan berkualitas sebagai bagian dari ekosistem pangan wilayah yang terintegrasi.
Baca Juga:Komisi III DPRD Banjar Sarankan Penerapan Full Day di Sekolah yang Sudah SiapPemkot Bogor Efisiensi Anggaran hingga Rp50 M, BKAD Bilang Begini!
“Bila disupport dengan baik oleh UPTD di sini, kita akan memperoleh misalnya bibit ternak ayam, itu yang berkualitas, yang unggul. Kemudian terintegrasinya antara peternakan dengan pertanian, itu bisa dilakukan juga secara sistemnya di sini,” kata Koswara, di Cibiru Kota Bandung, Selasa (18/2).
Terkait sarana prasana pendukung, dirinya optimis, Kota Bandung kedepan bisa menghasilkan bibit-bibit unggul guna pemenuhan di sektor peternakan maupun pertanian.
“Ini kan lengkap nih, ada peternakan, ada pembibitan, kemudian ada juga kultur jaringan lab-nya. Dengan semua yang ada, saya optimis ya pengembangan kemampuan ketahanan dan pertanian kita,” ujarnya.
Selain itu, langkah ini merupakan salah upaya dalam mendukung swasembada pangan nasional. Terlebih, kata dia, pusat pengembangan yang kini tengah di proyeksi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung nantinya bisa diaplikasikan oleh wilayah di luar Kota Kembang.
“Walaupun kita ini bukan kota yang sektor pertaniannya tinggi, peternakan tinggi, tapi apa yang dilakukan di sini, ini bisa mensupport di luar Kota Bandung juga,” ucapnya.
“Dan Kota Bandung dengan kondisi yang ada seperti ini, ini bisa dijadikan pusat pengembangan pertanian yang terpadu, terintegrasi, bisa dikolaborasikan dengan dunia usahanya, dengan penelitiannya, dan dengan implementasinya di masyarakat, bisa digabungkan,” tambahnya.
Untuk pusat pengembangan bibit sendiri, Kota Bandung kini memiliki 4 UPTD yang bukan hanya bergerak di sektor pertanian. Dirinya berharap, pengembangan ini bisa kemudian di aplikasikan di seluruh jaringan pertanian maupun peternakan yang ada di Kota Kembang.
