Pemkot Bogor Minta Jalan Pedati Disterilkan, Pedagang Putar Otak agar Tetap Tarik Pembeli 

Pemkot Bogor Minta Jalan Pedati Disterilkan, Pedagang Putar Otak agar Tetap Tarik Pembeli 
Sejumlah pedagang di Jalan Pedati sekitar kawasan Pasar dan Plaza Bogor, Kecamatan Bogor Tengah. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Para pedagang di Jalan Pedati, Kota Bogor, terus memutar otak untuk mendapatkan pelanggan. Hal itu dilakukan agar mempertahankan pendapatannya dari berdagang.

Diketahui, Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor dalam waktu dekat. Para pedagang pun diberikan opsi untuk pindah ke Pasar Gembrong di Sukasari dan Pasar Jambu Dua.

Nantinya, Jalan Pedati berfungsi sebagai area antrean kendaraan berat untuk melakukan aktivitas pembongkaran area Pasar Bogor dan Plaza Bogor.

Baca Juga:Respon Demo Supir, Pemkot Bogor Menghentikan Razia Angkot di atas 20 Tahun Sambil Menunggu Perwali TerbitAPJATEL dan Pemkot Bogor Sepakati Penataan Galian Jaringan Kabel, Targetkan Maksimal Dua Kali Setahun

Pedagang sayuran, Ahmad (26) mengungkapkan, bakal menghubungi langganannya ketika sudah pindah dari Jalan Pedati. Namun, lanjut dia, memiliki kendala bagi para langganan pembeli karena menilai tempat pindah yang dijadikan opsi oleh Pemkot Bogor terlalu jauh.

“Cuman susah, susahnya (langganan) pada ga mau karena kejauhan. Merugikan bagi saya,” ungkap Ahmad di Jalan Pedati, Kota Bogor, pada Selasa (27/1/2026).

Ia menutur, apabila pindah ke tempat baru merasa kesusahan karena perlu merintis dari awal. “Ya dipikir mah rugi, susah (pelanggan). Kita merintis dari nol lagi, susah lagi nyari langganan,” ujarnya.

Untuk itu, Ahmad berencana untuk pindah ke Pasar Jambu Dua karena pembeli yang ramai. Dirinya tidak memilih pindah ke Pasar Gembrong karena menilai, pada tempat tersebut hanya mengandalkan langganan dan tidak dapat menarik pelanggan baru.

“Jambu dua, soalnya di situ lebih rame. Kan kalau di sana (Pasar Gembrong) kita ngandelin langganan doang, kalau di Pasar Gembrong itu kita ga punya langganan ga bakal laku,” jelas dia.

Berbeda dengan Ahmad, pedagang lainnya yakni Didi (43) mengaku, akan mengikuti intruksi dari sang pemilik usaha dagangan sayur. “Kalau saya mah kuli, gimana bos aja. Ngikutin bos aja,” jelas Didi di Jalan Pedati.

Meski nanti diputuskan untuk pindah tempat berjualan, Didi tidak khawatir dengan pengasilan pendapatan yang akan berkurang.

Baca Juga:PKL Jalan Pedati hingga Jalan Bata Diminta Segera Relokasi Jelang Pembongkaran Pasar dan Plaza BogorSurat Izin Resmi Terbit, Bangunan Utama Pasar dan Plaza Bogor akan Segera Dibongkar 

Ia meyakini, akan terus berusaha untuk memperoleh pendapatan dari berjualan sayuran. “Kalau yang namanya rezeki mah kurang tau ya, asal kita berusaha pasti ada lah rezeki sedikit sedikit mah,” ucapnya.

0 Komentar