JABAR EKSPRES – Polrestabes Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah Kota Bandung.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengamankan setiap wilayah di Kota Bandung guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
“Saya akan sepenuhnya menjaga Kota Bandung ini, menjaga setiap jengkal wilayah Kota Bandung dengan menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin rasa aman,” ujar Dedi, Rabu (22/7).
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Polrestabes Bandung tidak hanya meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat, tetapi juga mengintensifkan patroli secara masif setiap malam.
“Setiap malam kami menggelar patroli dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan melibatkan seluruh Polsek jajaran. Kurang lebih dua pertiga kekuatan personel kami turunkan secara bergantian dari total sekitar 2.600 personel,” ungkapnya.
Dengan langkah tersebut, Dedi mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap situasi keamanan di Kota Bandung. Ia memastikan jajaran kepolisian akan terus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu cemas karena setiap saat kami selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat juga menegaskan akan terus melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku begal yang belakangan kembali meresahkan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Jawa Barat sebagai bagian dari upaya pemberantasan kejahatan jalanan.
“Upaya pertama adalah melaksanakan perintah Bapak Kapolda untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Arahan tersebut sudah jelas,” kata Hendra, Selasa (21/7).
Baca Juga:Kurangi Sampah Plastik, ITB Olah Styrofoam Jadi Perekat Bernilai EkonomiPemkab Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Kekeringan, Lintas Sektor Disiagakan Hadapi Meluasnya Dampak Kemarau
Hendra menambahkan, masyarakat juga diperbolehkan melakukan upaya pembelaan diri saat menghadapi aksi begal. Namun, ia mengingatkan agar tindakan tersebut tetap dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan.
“Dengan catatan, tindakan itu harus tegas dan terukur. Jangan sampai mengakibatkan pelaku meninggal dunia,” tegasnya.(San)
