JABAR EKSPRES – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, menegaskan bahwa munculnya zona rawan aksi kejahatan jalanan atau zona rawan begal di Kota Bandung, adalah tidak benar.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, bahwa di Kota Bandung tidak ada zona rawan aksi kejahatan jalanan seperti merah di Flyover Kopo, Babakan Ciparay, BKR-Regol, Cikawao, serta Terusan Jakarta-Antapani. Oranye, di Soekarno Hatta, Gedebage, Cibiru, Ujungberung, Rancamanyar, dan Baleendah. Kuning, di Cimindi (arah perbatasan), Kiaracondong (Binong), Bandung Tengah, Buah Batu, dan Arcamanik. Dan hijau, di Dago Atas, Ciumbuleuit, serta Sarijadi.
“Terkait dengan berita-berita di media sosial bahwasanya ada daerah rawan (begal), daerah merah, daerah hijau, dan daerah kuning, itu tidak benar,” ucapnya, Rabu, (22/7/2026).
Baca Juga:Bikin Masyarakat Resah, Polisi Janji Tindak Tegas Pelaku Begal di BandungBandung Terasa Mencekam Saat Malam, Warga Mengaku Tak Lagi Nyaman Beraktivitas Akibat Maraknya Begal
Maka dari itu, Dedi menuturkan bahkan seluruh wilayah hukum Polrestabes Bandung akan dijaga secara ketat oleh jajaranya.
“Seluruhnya wilayah hukum Polrestabes Bandung dalam pantauan dan monitoring kami selaku aparatur negara yang diberi wewenang untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Untuk peta yang tersebar, yang membagi habis wilayah Kota Bandung ini menjadi kategorinya merah, kemudian kuning ataupun hijau. Yang pertama saya katakan itu bukan dari institusi kepolisian,” pungkasnya.
Sebelumnya, jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan yang terjadi selama periode 1-21 Juli 2026.
Dalam pengungkapan kasus ini, sebanyak 19 orang tersangka telah ditindak dan diamankan oleh jajaran Polrestabes Bandung.
“Adapun 15 kejahatan jalanan yang sangat meresahkan Kota Bandung (tersebut). Yang pertama, 8 kasus pencurian kendaraan bermotor. Kemudian selanjutnya, 6 kasus pencurian dengan kekerasan (begal). Dan dari ke-15 kasus tersebut, kita telah berhasil mengamankan 19 orang pelaku,” ungkap Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, di Mapolrestabes Bandung, Selasa, (21/7) kemarin. (San)
