KCD Pendidikan Wilayah 1 Jabar: SMAN 2 Gunung Putri Tetap KBM dengan 3 Opsi

KCD Pendidikan Wilayah 1 Jabar: SMAN 2 Gunung Putri Tetap KBM dengan 3 Opsi
Kepala KCD Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat Cucu Salman saat memberikan keterangan di SMAN 2 Gunung Putri. Foto: Regi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah 1 Jawa Barat Cucu Salman mengungkapkan, beberapa opsi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi pelajar SMAN 2 Gunung Putri.

Opsi pembelajaran tersebut terbagi menjadi tiga opsi yaitu, pembelajaran dalam jaringan (daring), daring dan luar jaringan (luring), maupun luring dengan pembelajaran waktu pagi dan siang.

Pembelajaran dengan dua shift waktu tersebut, lanjut dia, berdasarkan suasana dan kesiapan guru SMAN 2 Gunung Putri dalam melakukan KBM.

Baca Juga:Ruang Kelas SMAN 2 Gunung Putri Roboh Legislator Dapil 2 Kabupaten Bogor Hubungi DPRD Jabar Gegara Ruang Kelas Ambruk, SMAN 2 Gunung Putri Hentikan Sementara Kegiatan Belajar

Opsi pembelajaran itu diambil karena terdapat tiga ruang kelas dan dua toilet roboh di SMAN 2 Gunung Putri, pada Jumat (22/1/2026) Pagi.

“Maka dengan demikian kami diarahkan oleh Kadisdik Jawa Barat untuk melaksanakan sementara pembelajaran daring,” kata Cucu Salman di SMAN 2 Gunung Putri, Jumat.

“Kemudian mungkin bisa jadi daring luring, bergantian atau bahkan nanti melihat suasana dan kesiapan guru bisa jadi terpaksa kami harus mengambil langkah untuk dibuat dua shift. Pagi sore,” lanjut dia.

Ia mengungkapkan, konsep pembelajaran daring merasa kesulitan untuk mengontrol pembelajaran dan etika para pelajar.

“Yang jelas kan kalau daring terus kami pun agak kesulitan untuk mengontrol siswa dalam hal pembelajaran dan etika,” ungkapnya.

Cucu Salman menambahkan, kemungkinan terbesar pembelajaran sementara akan dilakukan secara daring terlebih dulu. Lalu, menerapkan dua opsi lainnya dengan bertahap.

“Mudah-mudahan sih tujuan pembelajarannya tetap tercapai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 2 Gunung Putri Dede Sahidin menyatakan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diliburkan atas peristiwa robohnya ruang kelas.

Baca Juga:3 Ruang Kelas dan 2 Toilet SMAN 2 Gunung Putri Ambruk, Siswa Sementara DiliburkanBangunan SMKN 1 Gunung Putri Roboh, 42 Pelajar yang Alami Luka Langsung Dapatkan Perawatan Kesehatan 

Dede menutur, kejadian robohhnya ruang kelas itu sejak pukul 03.50 WIB dari pantauan CCTV. Ruangan tersebut roboh secara bergantian.

“Subuh 04:30 ada laporan dari penjaga sekolah bahwa gedung ini atapnya ambruk,” tutur Dede saat ditemui di Gunung Putri, pada Jumat.

Pihak sekolah, lanjut dia, telah melaporkan kronologis kejadian dan berita acara kepada pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 1 dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Adanya peristiwa itu, pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan KBM pada hari ini. Tiadanya KBM itu sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

0 Komentar