Gegara Ruang Kelas Ambruk, SMAN 2 Gunung Putri Hentikan Sementara Kegiatan Belajar

Tampak ruang kelas SMAN 2 Gunung Putri yang roboh
Tampak ruang kelas SMAN 2 Gunung Putri yang roboh. Foto: Regi/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – SMAN 2 Gunung Putri menghentikan sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menyusul peristiwa robohnya sejumlah ruang kelas di lingkungan sekolah tersebut.

Kepala SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin, mengatakan peristiwa ambruknya bangunan terekam kamera pengawas (CCTV) pada dini hari. Dari pantauan, runtuhan terjadi secara bertahap sejak pukul 03.50 WIB.

“Subuh sekitar pukul 04.30 WIB ada laporan dari penjaga sekolah bahwa gedung ini atapnya ambruk,” kata Dede saat ditemui di Gunung Putri, Jumat (23/1).

Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara

Pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Laporan disertai kronologi dan berita acara sebagai dasar penanganan lanjutan.

Atas pertimbangan keselamatan, sekolah memutuskan untuk meniadakan KBM mulai hari ini hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil sembari menunggu hasil pemeriksaan teknis kondisi bangunan.

“Hari Senin dan seterusnya kita liburkan dulu sesuai dengan arahan Pak Camat, juga sambil menunggu tim teknis sampai mengijinkan anak-anak belajar lagi. Sampai ada intruksi dari tim teknis bahwa gedung ini aman,” jelasnya.

Meski demikian, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah opsi apabila nantinya kegiatan belajar diperbolehkan kembali secara terbatas.

Ruang alternatif seperti kelas cadangan, laboratorium komputer, dan perpustakaan disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran.

“Kita gunakan ruangan yang ada. Tapi setelah dizinkan ruangan lain aman,” pungkasnya. (Reg).

0 Komentar