Ruang Kelas SMAN 2 Gunung Putri Roboh Legislator Dapil 2 Kabupaten Bogor Hubungi DPRD Jabar 

Ruang Kelas SMAN 2 Gunung Putri Roboh Legislator Dapil 2 Kabupaten Bogor Hubungi DPRD Jabar 
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2 Amin Sugandi saat memberikan keterangan di SMAN 2 Gunung Putri. Foto: Regi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil 2 Kabupaten Bogor Amin Sugandi menyampaikan bahwa, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat terkait robohnya ruang kelas SMAN 2 Gunung Putri.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, kejadian robohnya ruang kelas SMAN 2 Gunung Putri tersebut menimbulkan rasa keprihatinannya terhadap dunia pendidikan khususnya di Dapil 2 Kabupaten Bogor.

Diketahui, pada Dapil 2 Kabupaten Bogor terdapat tiga sekolah yang roboh dengan kejadian serupa seperti hujan dengan angin kencang dan konstruksi bangunan.

Baca Juga:Akibat Cuaca Buruk SDN Ciketug Roboh, Pemkab Bogor Segera Tangani Kerusakan Bangunan Hujan Deras Robohkan Pohon di Depan Kantor Jabar Ekspres, Pengendara Selamat

Konstruksi bangunan itu menggunakan pondasi atap jenis baja ringan dan genting yang terbuat dari tanah liat.

Tiga kejadian roboh itu yakni, SMKN 1 Cileungsi dan SMKN 1 Gunung Putri pada 2025 lalu. Serta pada 2026, SMAN 2 Gunung Putri.

“Jadi gini, mendapatkan informasi dari pagi, langsung saya komunikasi dengan staf nya KDM dan juga Ketua Komisi V DPRD Provinsi kebetulan juga dari Golkar,” kata Amin di SMAN 2 Gunung Putri, Jumat (23/1/2026).

Ia mengatakan, peristiwa robohnya SMAN 2 Gunung Putri perlu mendapatkan perhatian khusus agar para pelajar memperoleh ruang kelas yang aman dan nyaman.

“Mungkin kalo orang kita mah masih beruntung nya pada tidak saat belajar sehingga tidak ada korban siswa siswi, artinya semua selamat,” ujarnya.

Amin menutur, bangunan SMAN 2 Gunung Putri yang dibangun sekitar 2015 lalu dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi.

Namun, penilaian ketidaksesuain itu perlu menunggu hasil dari kajian dan analisa dari tim teknis yang memeriksa spesifikasi bangunan.

Baca Juga:Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Roboh, 42 Pelajar yang Alami Luka Langsung Dapatkan Perawatan Kesehatan 42 Pelajar Luka-luka Akibat Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Roboh, Pemprov Jabar Siap Pasang Badan!

“Mungkin baja ringannya yang tidak sesuai dengan spek atau gimana kita juga harus dikaji dulu di analisa dulu, karena mungkin beban nya terlalu berat sehingga tidak kuat untuk menahan beban tersebut,” pungkasnya.

0 Komentar