Bahlil Ungkap RI Siap Stop Impor BBM di 2027 Mendatang, Benarkah?

Bahlil Ungkap RI Siap Stop Impor BBM di 2027 Mendatang, Benarkah?
Ilustrasi: sejumlah pengendara tengah mengisi bahan bakar di SPBU. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah membuka peluang untuk menyudahi pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri alias impor. Hal itu diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, RI berpeluang menghentikan impor BBM dengan tingkat oktan RON 92, RON 95, dan RON 98 pada 2027 mendatang, jika produksi dalam negeri dapat mencukupi kebutuhan domestik.

“Kalau semuanya ini (RON 92, RON 95, dan RON 98) produknya sudah ada, itu berarti kita sudah tidak perlu impor lagi,” ujarnya, dikutip Kamis (15/1/2026).

Baca Juga:SPBU Swasta Krisis Pasokan, BBM Impor AS Masih Abu-Abu?Tetap Wajibkan BBM Campur Etanol Meski Tuai Pro Kontra, Bahlil: Paling Lambat 2028

Untuk itu, kata dia, saat ini pihaknya tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi kilang Indonesia terhadap ketiga jenis BBM tersebut, agar kebutuhan domestik terpenuhi dan RI dapat stop impor.

Bahlil mengaku optimis dengan target penambahan produksi RON 91, RON 95, dan RON 98 dapat terealisasi pada 2027 mendatang.

“Impor kita (Indonesia) RON 92, RON 95, dan RON 98, kami mau dorong agar produksinya sudah harus ada di 2027, kemungkinan di semester kedua,” ungkap Bahlil.

Kemudian jika RI berhasil memenuhi kebutuhan domestik dan stop impor, badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta seperti Shell, bp, dan Vivo juga akan membeli BBM dari Pertamina.

“Jadi, silakan beli di Pertamina. Akan tetapi, selama kapasitas produksi kita masih kurang dibandingkan konsumsi, maka tetap kita sementara impor harus dilakukan,” ucapnya.

Kendati begitu, kata Bahlil, saat ini pihaknya masih memberi kuota impor bagi SPBU swasta, lantaran Pertamina belum mencukupi permintaan yang ada.

“Untuk swasta, tetap kuota impornya kami berikan, tetapi kami lagi hitung rentangnya berapa,” kata dia.

Baca Juga:BP hingga Vivo Batal Beli BBM, Pertamina: Penggunaan Etanol Hal Lumrah!Airlangga Pastikan Biodiesel Tetap Gunakan B40 di Tahun Ini: B50 Masih Dikaji

Pada Senin (12/1), Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam meresmikan proyek revitalisasi Kilang Balikpapan atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Proyek tersebut dapat memotong impor bensin hingga 5,8 juta kiloliter (KL) per tahun.

Bahlil menyampaikan bahwa kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun, sedangkan produksi dalam negeri sekitar 14,27 juta KL.

Kebutuhan tersebut terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta KL per tahun, RON 92 sebesar 8,7 juta KL per tahun, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu KL per tahun.

0 Komentar