Airlangga Pastikan Biodiesel Tetap Gunakan B40 di Tahun Ini: B50 Masih Dikaji

Airlangga Pastikan Biodiesel Tetap Gunakan B40 di Tahun Ini: B50 Masih Dikaji
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Nizar / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan penerapan kebijakan mandatori biodiesel menggunakan B50 masih dikaji. Untuk itu, di tahun ini akan tetap menggunakan B40.

Penerapan B40 pada biodiesel itu, kata dia, dilakukan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan agar opsi penerapan B50 dikaji ulang dan tetap menggunakan B40 di tahun ini.

Hal itu disampaikan Airlangga usai mengikuti kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa.

Baca Juga:Tetap Wajibkan BBM Campur Etanol Meski Tuai Pro Kontra, Bahlil: Paling Lambat 2028Pengembangan Industri Etanol Diklaim Untungkan Masyarakat, Benarkah?

“Jadi tahun ini, arahan Pak Presiden (Prabowo Subianto) tetap B40. Untuk B50, kajian harus dilakukan terus-menerus,” ujarnya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, penerpan B50 perlu dikaji secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan selisih harga fuel oil, bahan bakar minyak (BBM), serta harga kelapa sawit domestik dan pasar internasional.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan B50 itu tidak dapat dibatalkan begitu saja, mengingat kajian teknis dan uji coba di sektor otomotif tetap dilanjutkan.

Hal itu dilakukan seiring memantau pergerakan harga serta kesiapan industri nasional dari hulu ke hilir.

Menurut Airlangga, pemerintah terus menghitung selisih (delta) harga biodiesel, BBM, dan kelapa sawit untuk memastikan kebijakan campuran bahan bakar berjalan seimbang, menjaga pasokan energi, serta stabilitas ekonomi nasional, termasuk industri otomotif, fiskal, dan daya saing nasional.

“Kita akan selalu melihat perbedaan harga antara harga fuel oil, harga BBM, dengan harga kelapa sawit, deltanya berapa. Kajian B50 diteruskan, uji coba otomotif juga lanjut. Jadi kita tergantung pada dinamika harga,” ujarnya.

Airlangga menyebut persiapan menuju B50 terus dilakukan, namun implementasinya bergantung pada skenario harga yang berkembang, dengan arahan Presiden saat ini tetap menjalankan kebijakan B40.

Baca Juga:BP hingga Vivo Batal Beli BBM, Pertamina: Penggunaan Etanol Hal Lumrah!Adanya Temuan Etanol Sekitar 3,5 Persen, Vivo dan BP Batal Beli BBM dari Pertamina 

“Ya, kita siapkan menuju semester kedua, tetapi saat sekarang, dengan skenario harga yang ada, arahan Bapak Presiden tetap B40, namun siap untuk B50,” imbuh Airlangga.

Biodiesel B40 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri atas 60 persen solar dan 40 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit.

Implementasi program B40 menjadi bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung agenda Indonesia yang hijau dan berkelanjutan.

0 Komentar