Sementara itu, pada hari yang sama, Korea Utara mengonfirmasi telah melakukan uji coba rudal hipersonik. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menekankan pentingnya memperkuat pencegahan nuklir dengan alasan adanya “krisis geopolitik terbaru”, merujuk pada serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
China diketahui merupakan mitra dagang terbesar Korea Utara sekaligus pendukung diplomatik utamanya. Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing berulang kali menyerukan agar semua pihak menahan diri, serta kerap menghalangi upaya Amerika Serikat dan negara lain untuk memperketat sanksi terhadap Pyongyang, meski uji coba senjata Korea Utara melanggar resolusi PBB.
Di sisi lain, Korea Utara tetap menolak dialog dengan Korea Selatan maupun Amerika Serikat, dan terus mengambil langkah untuk memperluas kapasitas persenjataan nuklirnya.*
