JABAR EKSPRES – Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar masih mematangkan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Rencananya kolaborasi itu akan berlangsung pada 2026 ini.
Hal itu diungkapkan Plt Kepala BPS Jabar Darwis Sitorus, Senin (5/1). “Belum (berjalan.red). Baru akan dimulai tahun ini (2026.red),” katanya.
Darwis melanjutkan, pihaknya masih berupaya mendetailkan kolaborasi yang dimaksud. Mulai dari bentuk hingga teknisnya.
Baca Juga:Makin Untung, Purbaya Beri PPN DTP Rumah 100 Persen Sepanjang 2026!Naik Signifikan, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4,1 Juta di Nataru 2025/2026
“Kami masih harus memastikan lagi kira-kira program apa yang mau dikerjasamakan. Apakah diselaraskan dengan kegiatan BPS atau ada yang lain,” sambungnya.
Namun Darwis juga tidak menampik bahwa sejumlah anggaran telah disiapkan Pemprov. “Masih kami komunikasikan. Memang sejumlah anggaran sudah disiapkan,” jelasnya.
Di sisi lain, berdasarkan data rancangan APBD 2026 beberapa waktu lalu, Pemprov Jabar memang mengalokasikan belanja daerah untuk kerja sama tersebut. Nilainya juga tidak sedikit. Yakni di angka Rp10 miliar.
Sebelumnya, Pemprov juga telah banyak berkomunikasi dengan BPS. Baik di tingkat pusat maupun daerah.
Misalnya pertemuan antara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dengan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi pada Juli 2025 lalu. Atau Bappeda Jabar dengan BPS Jabar pada pertengahan Desember 2025 lalu.
Rencananya kerjasama yang dibangun itu terkait penguatan data. Tujuannya data tersebut bakal menjadi dasar dalam berbagai pengambilan kebijakan daerah. Karena data yang baik dan falid akan membuat kebijakan yang diambil semakin jitu. (son)
