JABAR EKSPRES – Inovasi pelayanan publik terus digalakkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar.
Melalui program unggulan Moling Si Cepot (Mobil Keliling Sistem Cepat Pelayanan Perizinan On The Spot), dinas ini sukses menjangkau pelaku usaha di lapangan dengan konsep ‘jemput bola’.
Pelaksanaan pada akhir Agustus 2025 lalu mencatatkan capaian luar biasa, di mana realisasi outcome atau hasil melampaui target hingga 220 persen.
Baca Juga:Dari Abon hingga Rendang, Produk Nasabah PNM Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di SumateraPersib Diuji di Kediri, Laga Tandang Penentu Mental Juara Maung Bandung
Program yang digagas sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2021 serta upaya memangkas birokrasi dan meningkatkan aksesibilitas ini, secara proaktif mendatangi lokasi-lokasi yang jauh dari pusat layanan. Maksudnya jelas: mendekatkan pelayanan, mempercepat proses, dan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam berusaha.
Kegiatan Moling Si Cepot pada Agustus 2025 dilaksanakan dalam dua gelombang. Lokasi pertama berada di Area Taman Kota Banjar, Kelurahan Banjar, pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Sasaran utamanya adalah Paguyuban Pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Taman Kota dan UMK Banjar Patroman Culinery (BPC). Esok harinya, Kamis, 28 Agustus 2025, unit pelayanan keliling ini berpindah ke halaman Kepoin Studio, depan Taman Lansia, Kelurahan Banjar, untuk melayani Paguyuban UMK Naik Kelas yang binaan HIPMI Kota Banjar.
Dengan didukung sarana prasarana lengkap seperti mobil operasional, perangkat komputer, printer, serta koneksi internet, tim Moling Si Cepot yang terdiri dari 13 personel yang kompeten di bawah koordinasi Billy Bertha, S.Kom., M.AP, memberikan pelayanan langsung. Mereka melayani berbagai keperluan, utamanya penerbitan dan pencetakan Nomor Induk Berusaha (NIB), perubahan hak akses OSS RBA, hingga migrasi akun Online Single Submission (OSS).
Hasil yang diperoleh sungguh membanggakan. Pada hari pertama di Taman Kota, tercatat 33 layanan diberikan, terdiri dari 9 penerbitan NIB baru, 18 permohonan perubahan hak akses OSS RBA, dan 6 migrasi akun. Sementara di hari kedua di depan Taman Lansia, sebanyak 11 layanan berhasil diproses, meliputi 7 NIB baru dan 4 pencetakan NIB.
Dari sisi capaian program, realisasi output berupa jumlah layanan keliling telah mencapai 100 persen, yaitu dua kali dari dua yang ditargetkan. Namun, yang lebih menggembirakan adalah capaian outcome.
